Rabu, 30 September 2020

Tip Percepat Bakar Kalori dan Lemak

SELAIN banyak bergerak dan rajin berolah raga sebenarnya ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk membantu mempercepat pembakaran kalori dan mengikis lemak yang menumpuk dalam tubuh Anda.

Kini memang banyak produk ditawarkan yang mengklaim dapat membantu membakar kalori dalam tubuh. Tetapi pada kenyataannya, menurut para ahli, hanya ada satu cara yang paling efektif, yaitu dengan banyak beraktivitas atau bergerak.

"Pada dasarnya, kita tidak mengetahui cara lain untuk membakar lebih banyak kalori atau meningkatkan metabolisme tubuh selain dengan lebih banyak bergerak," ungkap Barry M Popkin, PhD, Direktur Program Interdisipliner Obesitas di Universitas North Carolina.

Namun begitu, bukan berarti tak ada cara lain untuk mempercepat pembakaran kalori. Nah, berikut adalah delapan tip yang dapat Anda tempuh untuk mempercepat pembakaran kalori dan mengikis lemak dalam tubuh:

1. Olahraga

Cara yang satu ini adalah cara paling kuno, tapi populer murah dan efektif. "Semakin sering menghabiskan waktu berolah raga dan semakin semangat melakukannya, kian banyak kalori yang akan dibakar," kata Christopher Wharton, PhD, peneliti dan pelatih profesional dari Rudd Center for Food Policy and Obesity di Universitas Yale.

Selain itu, menurut pakar obesitas, George Bray MD dari Pennington Biomedical Research Center di Baton Rouge, aktivitas jalan cepat setiap hari adalah jenis latihan yang paling disarankan bagi mereka yang ingin membakar banyak kalori.

Ketika berolahraga, tubuh Anda akan membakar kalori untuk menyediakan tenaga. Namun begitu, olahraga sangat menguntungkan karena meski latihan Anda sudah selesai tubuh masih akan terus membakar banyak kalori. Walau sulit menentukan berapa lama efek ini akan berlangsung (bervariasi tergantung komposisi tubuh dan tingkat latihan), Wharton memperkirakan bahwa rata-rata metabolisme tubuh akan meningkat sedikitnya dalam 24 jam.

Jika Anda ingin memperpanjang efek pembakaran kalori ini, Wharton menyarankan untuk berolahraga dengan durasi atau waktu yang cukup lama. "Sejumlah riset menunjukkan bahwa dengan menambah durasi olahraga peningkatan rata-rata metabolisme keseluruhan menjadi panjang," ujarnya.

2. Latihan kekuatan untuk membentuk otot

Ketika berolahraga, Anda menggerakkan otot. Ini akan membantu membangun massa otot, dan jaringan otot akan membakar lebih banyak kalori ketimbang lemak tubuh, bahkan saat Anda sedang istirahat sekali pun. Menurut Wharton, 10 pon otot tubuh dapat membakar 50 kalori dalam sehari saat tubuh diam, dan 10 pon lemak akan membakar 20 kalori.

"Cara paling efektif meningkatkan metabolisme tubuh dan membakar banyak kalori adalah latihan aerobik dan latihan kekuatan (strength training), keduanya sangat penting," ungkap Megan A McCrory, PhD, peneliti dari School of Nutrition and Exercise Science di Universitas Bastyr.

Strength training adalah penggunaan resistensi kontraksi otot untuk membangun kekuatan, daya tahan anaerobik, serta ukuran otot rangka. Latihan kekuatan menjadi penting artinya ketika kita beranjak tua di mana metabolisme cenderung mulai menurun. Salah satu cara untuk memelihara metabolisme adalah memasukkan latihan kekuatan pada program olahraga Anda sedikitnya dua kali seminggu.

3. Minum Teh Hijau dan Teh Hitam

Teh adalah minuman menyehatkan mengandung kafein, yakni stimulan yang dapat meningkatkan jumlah kalori yang dibakar. Salah satu yang dapat dirasakan dalam sesaat adalah Anda seperti mendapat banyak energi, yang berarti Anda akan lebih banyak bergerak. Kafein juga dapat menimbulkan perubahan metabolisme tubuh yang membuat lebih banyak kalori terbakar.

Beberapa riset mengindikasikan, teh hijau atau hitam memilih manfaat yang lebih besar ketimbang kafein yang dikandungnya. Sebuah penelitian mencatat adanya penurunan asupan makanan pada tikus yang diberi polifenol yang ditemukan dalam teh hijau.

Riset lain pada manusia oleh peneliti Universitas Lausanne di Swiss menunjukkan bahwa teh hijau memiliki senyawa penghasil panas dan pembakar lemak melebihi kafein. Ketika 31 pria dan wanita sehat diberi minuman mengandung catechin, kafein dan kalsium selama tiga hari, penggunaan energi mereka selama 24 jam meningkat 4,6 persen.

Dalam American Journal of Clinical Nutrition edisi September 2006, peneliti mengungkapkan bahwa minum teh saat makan juga memberikan pengaruh. Ekstrak teh dapat mengganggu absorpsi karbohidrat dalam tubuh ketika keduanya dikonsumsi bersamaan.

4. Makan sedikit-sedikit, tapi sering

Setiap kali Anda makan atau sekedar mengudap, sistem pencernaan akan bekerja dan mencerna makanan kemudian menyerap nutrisi. Untuk menghidupkan mesin pencernaan dan melakukan proses ini tentu juga dibutuhkan kalori . Oleh sebab itu, masuk akal bila semakin sedikit makan Anda namun sering, makin banyak kalori yang dibakar.

Untuk mekanisme tersebut, ada peneliti yang berpendapat bahwa buktinya belum terlalu kuat. Meski begitu, banyak ahli yang percaya bahwa makan sedikit-sedikit tapi sering adalah cara yang menyehatkan dibanding makan besar satu atau dua kali dalam sehari.

5. Jangan tunda sarapan

Banyak bukti penelitian mendukung adanya hubungan sarapan dengan peningkatan berat badan. Orang yang menunda sarapan cenderung lebih banyak mengonsumsi kalori pada siang, sore, atau malam harinya. Riset juga mengindikasikan, menunda sarapan berkaitan dengan tingginya indeks masa tubuh pada kalangan remaja.

6.Mengonsumsi produk susu rendah lemak.

Kalsium yang terkandung dalam susu rendah lemak diklaim membantu membakar lebih banyak kalori, namun mekanisme ini akan berfungsi dalam dua cara berbeda. Yang pertama, riset di Denmark menunjukkan tubuh akan menyerap lebih sedikit kalori dan lemak dari makanan ketika mengonsumi kalsium dari produk susu rendah lemak. Kedua, riset lain menyatakan, sering mengonsumsi makanan berkalsium tinggi- termasuk produk susu rendah lemak - dapat menurunkan lemak perut terutama pada remaja pria kulit putih.

7. Minum delapan gelas sehari

Minum hampir delapan gelas air (2 liter) dalam sehari dapat membantu membakar ekstra 100 kalori, berdasar penelitian kecil Jerman. Kedengarannya tidak terlalu besar, namun bila dihitung dalam seminggu bisa mencapai 700 kali atau hingga 2.800 sebulan. Namun begitu peneliti juga mengingatkan jangan pernah minum air secara berlebihan karena bisa mengancam kesehatan.

8. Resah

Berperilaku seperti ini juga membutuhkan energi, dan menurut sebagian ahli resah atau gundah dapat dikategorikan sebagai tindakan. "Sejumlah penelitian lama menyarankan bahwa kalori dapat dibakar setiap hari dengan berperilaku resah," ungkap Jamie Pope, MS, RD, LDN, pakar nutrisi dari Vanderbilt University School of Nursing.

Sebuah riset juga menemukan bahwa tindakan informal seperti resah bisa menjadi faktor yang lebih penting ketimbang latihan formal dalam menentukan siapa yang kurus dan siapa yang gemuk.

Diet dan olahraga adalah topik menarik yang perlu didiskusikan dengan dokter Anda. Sebelum menjalani olahraga atau mengonsumi suplemen pada diet Anda, akan sangat bijak bila bertanya lebih dulu kepada dokter. Jika Anda mengidap penyakit tertentu atau sedang menjalani pengobatan tertentu, mungkin saja ada aktivitas atau suplemen yang harus dihindari.

Australia Bangsa Paling Gemuk

AUSTRALIA kini menyandang gelar sebagai bangsa paling gemuk dengan populasi warga bertubuh tambun tertinggi mengalahkan Amerika Serikat. Sebuah laporan menyebutkan, sekitar 26 persen orang dewasa di negara itu kini mengalami kelebihan berat badan yang mencolok atau obesitas.

Dalam laporan bertajuk "Australia's Future Fat Bomb, " yang dikeluarkan Baker Heart and Diabetes Institute di Melbourne mengungkapkan, sekitar 4 juta warga Australia pada kelompok usia dewasa kini dikategorikan sebagai kelompok obesitas.

Adanya fakta ilmiah tersebut, menurut Professor Simon Stewart, Direktur Lembaga Pencegahan Penyakit Jantung dapat diartikan bangsa Australia sebagai bangsa paling obes/gemuk mengambil alih posisi Amerika Serikat yang rata-rata obesitasnya mencapai 25 persen.

"Hal itu menjadikan Australia juara 'kelas berat' yaitu kedudukan atau julukan yang tak kita inginkan. Kalau kita ikut dalam Olimpiade kegemukan, kita akan meraih medali emas sebagai atlet paling gemuk di dunia saat ini ," papar Stewart.

Menurut laporan sekitar 1,5 juta warga Australia pada usia paruh baya saat ini berbobot lebih dari rata-rata normal, satu angka yang akan membawa hasil akan adanya tambahan 700 ribu orang yang ditangani atas kasus penyakit yang berkaitan dengan gangguan jantung untuk masa 20 tahun mendatang.

Disebutkan bahwa 70 persen pria dan 60 persen wanita berusia 45 hingga 65 secara teknis dikategorikan obesitas. Secara total, 9 juta orang terlalu gemuk-- atau hampir setengah dari 21 juta populasi -- dan 123.000 berisiko mengalami kematian dini dalam 20 tahun ke depan .

Sebagai akibatnya, pihak -pihak yang bergerak di bidang kedokteran harus bekerja keras mencegah bertambah jumlahnya penderita gangguan jantung, Pemerintah Australia juga harus mengeluarkan biaya ekstra sebesar 3 milyar dolar Australia atau 2,85 milyar dolar AS dalam pengeluaran biaya kesehatan.

Memilih Asuransi Kesehatan

SEDIA payung sebelum hujan. Itulah ungkapan yang tepat bila kita memiliki perencanaan matang dalam mengantisipasi kemungkinan terburuk termasuk dalam hal pembiayaan kesehatan. Di zaman yang serba kompleks, memiliki asuransi kesehatan tampaknya semakin penting mengingat biaya perawatan dan pengobatan penyakit semakin mahal dan tidak terduga.

Namun begitu, memilih asuransi yang tepat juga tak kalah penting supaya Anda tidak dirugikan kelak. Nah, berikut ini adalah paparan singkat Dr Samsuridjal Djauzi dalam rubrik konsultasi kesehatan yang dimuat Harian Kompas, Minggu (22/6). Dr Samsuridjal mengemukakan pandangannya mengenai hal apa saja yang perlu dicermati sebelum memilih asuransi kesehatan :

Pertanyaan :

Mertua saya yang berumur 61 tahun mengalami kecelakaan lalu lintas dan perlu menjalani operasi otak. Untunglah operasi berjalan baik dan beliau sudah sehat kembali.

Saya memahami tantangan yang dihadapi keluarga muda Indonesia dewasa ini. Saya merasa bergembira keluarga Anda menempatkan kesehatan sebagai unsur penting yang perlu mendapat perhatian. Nah, saya berharap Anda sekeluarga akan sehat dan bahagia selalu.

Meski nanti Anda sekeluarga sudah menjadi nasabah asuransi kesehatan, pola hidup sehat harus tetap diamalkan. Sudah tentu lebih baik sehat daripada sakit meski biayanya ditanggung asuransi kesehatan. Jadi, jangan meninggalkan gaya hidup sehat meski telah menjadi nasabah asuransi kesehatan.

Sudah tentu tawaran ini menarik, tetapi biasanya premi asuransi yang ditawarkan juga akan lebih besar. Di samping itu, sebenarnya mereka yang ikut program asuransi dalam usia muda akan mendapat beberapa kemudahan, misalnya, tidak diperlukan pemeriksaan kesehatan dan juga perlu diingat premi asuransi akan meningkat dengan meningkatnya usia nasabah. Jadi, masuklah asuransi kesehatan pada usia muda.

Layanan asuransi kesehatan sekarang amat bervariasi. Di samping menawarkan jaminan pembiayaan sewaktu sakit, ada yang mengombinasikannya dengan layanan tertentu, misalnya premi yang dibayarkan sebagian akan diberlakukan sebagai tabungan atau investasi.

Pula perlu diperhatikan tempat layanan. Apakah Anda dapat memilih dokter atau rumah sakit yang dikehendaki ataukah terbatas pada rumah sakit yang telah ditunjuk? Semua harus diperhatikan, termasuk bila jaminan efektif mulai berlaku. Misalnya, ada asuransi kesehatan tertentu baru mulai menjamin setelah 30 hari setelah penandatanganan perjanjian.

Oleh karena itu, Anda perlu mencermati cakupan dukungan asuransi kesehatan sebelum memilih asuransi kesehatan. Apakah cakupan tersebut meliputi layanan rawat jalan dan rawat inap? Adakah penyakit tertentu yang tidak dijamin perusahaan asuransi?

Sebenarnya, menurut pengalaman saya, dewasa ini asuransi kesehatan di Indonesia sudah cukup baik. Dukungan asuransi kesehatan akan bergantung pada perjanjian antara nasabah dan perusahaan asuransi. Semakin besar premi yang dibayar semakin lengkap dukungan asuransi.

Dengan teratur membayar premi, jika jatuh sakit akan dibantu asuransi kesehatan sehingga tak memberatkan pengeluaran keluarga. Kita sering menyaksikan keluarga yang harus berutang untuk membayar biaya rumah sakit.

Meski kita telah memelihara kesehatan dengan hati-hati, penyakit dapat datang tanpa diduga. Kecelakaan lalu lintas seperti yang dialami mertua Anda, misalnya, merupakan kejadian yang sering dialami keluarga di Indonesia, bahkan sekitar 30.000 orang meninggal setiap tahun karena kecelakaan lalu lintas. Jadi, amatlah bijaksana jika keluarga Indonesia membiasakan diri melindungi diri dengan asuransi kesehatan.

Peningkatan biaya kesehatan tak hanya terjadi di Indonesia, tetapi di seluruh dunia. Faktor yang meningkatkan biaya adalah harga obat, peralatan kedokteran, serta honorarium dokter, walaupun sebenarnya unsur honorarium dokter hanyalah merupakan bagian kecil dari biaya kesehatan secara keseluruhan.

Niat Anda dan istri mempunyai asuransi kesehatan amatlah baik. Salah satu masalah dalam pelayanan kesehatan kita adalah pembiayaan kesehatan. Sekitar 70 persen penduduk Indonesia membiayai sendiri biaya dokter atau rumah sakit, padahal biaya kesehatan terus meningkat. Semakin canggih teknologi kedokteran semakin mahal biaya kesehatan.

M di J

Jawaban :

Sebagai dokter yang sering melayani pasien yang mempunyai asuransi kesehatan, apakah Dokter dapat merekomendasikan perusahaan asuransi kesehatan yang baik? Apa saja yang harus diperhatikan sebelum memilih suatu asuransi kesehatan? Nasihat Dokter kami perlukan karena bidang saya adalah keuangan, sedangkan istri arsitek. Jadi, kami kurang memahami asuransi kesehatan. Terima kasih atas penjelasan Dokter.

Katanya, pada waktu menawarkan polis asuransi petugas menggambarkan semuanya mudah. Jika jatuh sakit nasabah cukup memikirkan sakitnya saja dan perusahaan asuransi yang akan membereskan semua biaya. Pada pelaksanaannya, banyak pengecualian yang harus diperhatikan.

Kami berhati-hati terutama setelah banyak mendengar keluhan peserta asuransi yang kecewa dengan layanan asuransi kesehatan di Indonesia. Beberapa kenalan kami bahkan memilih masuk asuransi kesehatan asing atas pertimbangan lebih dapat dipercaya dan cakupan layanannya lebih luas. Tampaknya layanan asuransi kesehatan di Indonesia meragukan. Apa yang dijanjikan tak sesuai dengan layanan yang diberikan.

Sudah cukup lama kami merencanakan masuk asuransi kesehatan dan kami telah menghubungi beberapa perusahaan. Meski begitu, kami masih mengalami kesulitan dalam memilih asuransi kesehatan ini. Kami bersikap hati-hati karena kami khawatir salah pilih. Dari segi dana kami mempunyai kelonggaran. Saya dan istri bekerja sehingga mempunyai kelapangan dana membayar premi asuransi.

Saya baru menikah setahun lalu. Meski keluarga kami baru, kami merencanakan menjadi nasabah asuransi kesehatan. Kami merasa biaya kesehatan dewasa ini semakin lama semakin mahal dan biaya tersebut tak dapat diduga. Kami telah mengasuransikan mobil, karena itu sudah sepantasnya kami juga masuk asuransi kesehatan. Bukankah kesehatan adalah nikmat Allah yang amat berharga yang perlu dijaga dengan baik?

Hanya saja, beliau terpaksa menguras tabungan beliau yang dikumpulkan bertahun-tahun karena biaya rumah sakit mencapai Rp 20 juta. Saya tak dapat membayangkan sekiranya beliau tak punya tabungan, bagaimana kesulitan yang akan dihadapi.

Selasa, 29 September 2020

Presiden Instruksikan Beroperasinya BNN di Tiap Daerah

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan kepada seluruh pimpinan daerah mulai dari provinsi hingga kabupaten kota untuk tak hanya membentuk dan mendirikan Badan Narkotika Nasional (BBN) di tingkat provinsi hingga kabupaten saja, akan tetapi mengoperasionalkannya untuk memerangi peredaran narkoba. Hal itu disampaikan Presiden Yudhoyono saat memberikan sambutan di Puncak Peringatan Hari Antinarkoba Internasional (HANI) 2008 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (26/6) pagi.

Acara ini dihadiri Ibu Negara Ny Ani Bambang Yudhoyono, Ketua DPR Agung Laksono, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sjamsir Siregar dan sejumlah menteri kabinet. Juga Ketua Badan Nasional Narkotika (BNN) Jenderal (Pol) Sutanto serta Ibu Negara Ny Ani Bambang Yudhoyono, Ketua DPR Agung Laksono, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sjamsir Siregar dan sejumlah menteri kabinet lainnya dan pimpinan daerah.

"Saya instruksikan ke pimpinan daerah untuk meningkatkan kepedulian dan kepemimpinan terhadap perang melawan narkoba. Segera bentuk BNN di provinsi hingga ke kabupaten kota sebagaimana sudah ada ketentuan, baik Peraturan Pemerintah (PP) No. 41 Tahun 2007 dan Peraturan Presiden (Perpres) No. 83 Tahun 2007," ujar Presiden. Menurut Presiden, BNN di tiap daerah harus segera terbentuk dan dilaksanakan. "Mari kita berikan atensi khusus terhadap kota-kota besar, termasuk di lingkungan sekolah atau lingkungan kampus dan perguruan tinggi. Kerasnya kehidupan di kota-kota besar, semakin membuat suburnya dan bekembangnya kejahatan narkoba di Indonesia," tambah Presiden.

Presiden Yudhoyono juga menegaskan, "Mari selamatkan kota-kota kita, terutama bagi keselamatan generasi muda." Dikatakan Presiden, tugas memerangi peredaran narkoba bukan hanya tugas BNN saja. Akan tetapi, tugas semua komponen bangsa. "Mulai dari orang tua, pendidik, pemimpin agama, tokoh masyarakat, dunia usaha serta jajaran pemerintah dari pusat hingga ke daerah," demikian Presiden.

Dalam kesempatan itu, Presiden menyerahkan piagam penghargaan warga utama kepada perorangan, institusi dan masyarakat yang dinilai berjasa dalam pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba (P4GN). Mereka yang menerima adalah Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (Sikib) yang dipimpin oleh istri Menko Polhukam, yakni Murniati Widodo AS, Mae Fah Luang Foundation (MFLF) Thailand, yang diterima oleh Sekjen MFLF Mr Mom Rajawongse Disnadda Diskull serta Dirut Telkomsel Kuskendar Suryaharja, Gubernur Provinsi Nangroe Aceh Darrusallam Irwandi Jusuf serta Direktur IV Tindak Pidana Narkoba dan Ketua Bareskrim Polri Brigjen Pol Indra Thanos. Pada peringatan HANI itu, diangkat duta anti narkoba 2008, yaitu siswa SMU Kharisma Bangsa Pondok Cabe Reza Aulia, pembalap Ryan Haryanto dan aktris sinetron Sandra Dewi.

Sorafenib Bantu Penderita Kanker Hati

PENDERITA kanker hati stadium lanjut (hepatocellular carcinoma/HCC) memiliki harapan lebih besar untuk memperpanjang dan mempertahankan kualitas hidupnya. Dengan menjalani terapi kanker berfokus sasaran menggunakan obat Sorafenib, penderita HCC dapat mengingkatkan kelangsungan hidup hingga 47 persen.

"Sorafenib sudah menjadi sistem standar untuk terapi kanker hati stadium lanjut. Obat ini adalah satu-satunya terapi yang telah menunjukkan adanya peningkatan survival rate bagi para penderita kanker hati di dunia dan juga di Indonesia," ungkap Profesor Ali Sulaiman SpDP-KGEH, dari Divisi Hematologi Departemen Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Rumah Sakit Ciptomangunkusumo (FKUI/RSCM) di Jakarta, Kamis (26/6).

Kemampuan Sorafenib memperpanjang harapan hidup, lanjut Prof Ali, dapat dilihat dari hasil berbagai riset antara lain penelitian internasional SHARP fase ke-3 yang dilakukan pada pasien kanker hati di AS, Eropa dan Australia/Selandia Baru menunjukkan Sorafenib secara signifikan meningkatkan kualitas kelangsungan hidup sebasar 44 persen .

Pada penelitian serupa, yang juga mengevaluasi efikasi dan keamanan Sorafenib dibanding plasebo yang dilakukan pada pasien 226 penderita HCC di wilayah Asia Pasifik yakni Fase III Asia Pacific Study, terbukti bahwa Sorafenib secara signifikan meningkatkan kelangsungan hidup sebesar 47,3 persen pada para penderita kanker hati stadium lanjut.

"Dari hasil data yang ada, terlihat bahwa Sorafenib menunjukkan peningkatan perpanjangan tingkat kelangsungan hidup. Perbandingan antara penelitian di Asia Pasifik dengan hasil percobaan internasional SHARP di AS menunjukkan tingkat keberhasilan yang sama, meski pasien-pasien di Asia Pasifik memiliki status kesehatan yang lebih memprihatinkan dan lebih banyak metastase”, ungkap Dr. Hady Syarif, Head of Specialty Care Bayer Schering Pharma Indonesia.

Sorafenib merupakan terapi oral dengan sasaran sel tumor dan sistem pendarahan tumor untuk dikonsumsi dalam jangka panjang. Selain mengobati kanker hati stadium lanjut, obat ini juga digunakan untuk terapi kanker ginjal stadium lanjut. Sorafenib telah disetujui dilebih dari 40 negara bagi pengobatan untuk pasien penderita kanker hati yang tidak dapat dioperasi dan di lebih dari 70 negara untuk pengobatan bagi penderita kanker ginjal stadium lanjut.

Sorafenib bekerja dengan cara membidik sel tumor dan sistem pendarahan tumor. Dalam sebuah uji preklinis, Sorafenib terbukti mampu menghambat dua jenis kinase yakni profilerasi sel dan angiogenesis (pembentukan pembuluh darah) di mana keduanya berperan besar dalam proses pertumbuhan kanker. Proses ini penting pula bagi sel normal, sehingga terapi target dari Sorafenib juga bisa mempengaruhi beberapa sel normal.

Menurut Prof Ali, meski cukup aman digunakan. Sorafenib tetap memiliki efek samping bagi penggunanya. Eefek samping yang mungkin timbul di antaranya diare, rasa sakit seperti terbakar, dan mati rasa. "Bila beberapa gejala muncul, dokter biasanya akan menyesuaikan dosis dan mengentikan pengobatan untuk semnetara waktu," ungkapnya.

Pada November 2007, Sorafenib telah disetujui oleh Badan Pengawas Obat Makanan AS (FDA) bagi pengobatan pasien dengan kanker hati yang tak dapat dioperasi dan belum lama ini juga disetujui di lebih dari 40 negara. Sedangkan di Indonesia, Sorafenib telah disetujui Badan POM RI pada April 2008 untuk pengobatan pasien dengan kanker hati stadium lanjut yang tidak dapat dioperasi (HCC).

Kanker hati stadium lanjut (hepatocellular carcinoma) menurut Prof Ali kini masuk dalam 6 besar kanker yang paling sering menyebabkan kematian di Indonesia. Jumlah penderitanya biasanya selaras dengan angka penderita hepatitis B dan hepatitis C kronis, dua kelompok yang berisiko paling tinggi . Sebagian besar pasien yang didiagnosis terkena kanker ini biasanya tidak diketahui gejala awalnya dan datang ke dokter sudah dalam stadium lanjut.

Pada stadium awal, kanker hati dapat diatasi dengan cara tindakan pembedahan untuk mengangkat jaringan sel kanker. Selain itu, pasien kanker hati menjalani kemoterapi. Namun pada stadium lanjut, pasien tidak bisa mejalani tindakan tersebut karena sel kanker sudah menyebar.

"Yang datang ke rumah sakit umumnya sudah telat. Sekitar 80 persen penderita tidak bisa dioperasi lagi, yang biasa diobati mungkin hanya sekitar 30-40 persen saja," tandasnya.

Sarapan Kenyang Bantu Turunkan Berat Badan

SARAPAN pagi bukan saja sangat penting untuk pola hidup yang lebih sehat. Kebiasaan makan pagi yang sehat dan berkualitas ternyata juga dapat membantu keberhasilan program penurunan berat badan.

Sebuah penelitian mengindikasikan, sarapan dengan porsi karbohidrat tinggi menjadi unsur penting bagi keberhasilan seseorang yang sedang menjalani program penurunan berat badan (dieters) .

Seperti dilaporkan BBC, Kamis (19/6), hasil pemantauan terhadap wanita pengidap obesitas menunjukkan bahwa mereka yang menghabiskan setengah dari jatah kalori harian saat sarapan pagi mencapai hasil lebih memuaskan ketimbang rekannya yang mendapat sedikit kalori saat sarapan.

Peneliti dari Virginia Commonwealth University Amerika Serikat, Dr Daniela Jakubowicz, pada sebuah konferensi di San Francisco belum lama ini mengungkapkan hasil riset bahwa sarapan dengan porsi kalori rendah diyakini akan memicu rasa lapar.

Dr Jakubowicz sendiri telah merekomendasikan sarapan sehat dengan tinggi karbohidat kepada para pasiennya selama 15 tahun. Ia lalu membandingkannya dengan dengan sarapan rendah karbohidrat pada 96 wanita pengidap obesitas yang kurang aktif dalam beraktivitas.

Para wanita yang diberi sarapan rendah karbohidrat dipatok total jatah kalori hariannya hingga 1.085 kalori - dengan mayoritas sumbernya berasal dari protein dan lemak. Sarapan pada kelompok ini merupakan makan dengan asupan kalori terendah dalam sehari - yakni hanya 290 kalori dengan tujuh gram karbohidrat.

Sementara itu wanita denga sarapan tinggi kalori dijatah total kalori hariannya hingga 1.240 - denganporsi lemak rendah namun tinggi karbohidrat dan protein. Pada kelompok ini, sarapan pagi bernilai 610 kalori dengan 58 gram karbohidrat, makan siang benilai 395 kalori dan makan malam 235 kalori.

Selama empat bulan berjalan, wanita yang menjalani sarapan rendah karbohidrat tampak lebih baik. Berat badan mereka turun rata-rata hingga 28 pon dibanding kelompok tinggi karbohidrat yang hanya turun 23 pon. Namun setelah delapan bulan, situasinya menjadi terbalik di mana kelompok rendah karbohidrat berat badannya rata-rata naik 18 pon sedangkan, kelompok tinggi karbohidart terus mengalami penurunan berat rata-rata 16.5 pon. Kelompok tinggi karbohidrat rata-rata kehilangan seperlima dari total berat badan mereka, sedangkan kelompok rendah karbohidrat hanya kurang dari 5%.

Dominasi serat dan buah

Dr Jakubowicz melaporkan bahwa wanita yang sarapan tinggi karbohidrat mengaku tidak merasa lapar khususnya pada pagi hari . Dengan sarapan yang karbohidrat tinggi akan membuat seseorang lebih merasa kenyang selama seharian, membuat tubuh lebih sehat karena dalam menunya lebih banyak didominasi serat dan buah.

"Kebanyakan riset tentang penurunan berat badan telah menentukan bahwa karbohidrat yang sangat rendah bukanlah metode tepat untuk penurunan berat badan. Itu hanya akan memperburuk rasa lapar serta memperlambat metabolisme. Akibatnya setelah periode yang pendek dari program diet akan terjadi lagi obesitas dalam waktu singkat," ungkapnya.

Sementara itu Dr Alex Johnstone, dari Rowett Research Institute di Aberdeen, menilai diet tinggi karbohidrat hanyalah model yang tak membuat dieters menjadi cepat bosan. Alex mengatakan, meskipun banyak riset lain yang menunjukkan bahwa diet rendah karbohidrat adalah cara terbaik untuk menurunkan berat dalam waktu singkat, namun model ini sulit diterapkan sebagai gaya hidup.

Menurutnya, kemampuan mencapai lagi penurunan berat pada dieters bisa menjadi sebuah tanda monotonnya dua model diet tersebut ketimbang kemampuan dieters untuk mengendalikan rasa lapar.

"Sepertinya memang lebih mudah bagi seseorang untuk menjalani diet tinggi karbohidrat dan menerapkannya dalam waktu yang lebih lama," ujarnya,

Senin, 28 September 2020

Siapkanlah, Agar Hari Tua Bahagia

SALAH satu indikator keberhasilan pembangunan kesehatan di Indonesia adalah meningkatnya usia harapan hidup manusia Indonesia. Dengan meningkatnya usia harapan hidup, maka populasi penduduk lanjut usia juga akan mengalami peningkatan secara bermakna. Pada tahun 2010, diperkirakan jumlah penduduk lansia di Indonesia sebesar 24 juta jiwa atau 9,77 persen dari total jumlah penduduk.

Direktur Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Departemen Kesehatan Budihardja pada seminar sehari bertema Lanjut Usia Sehat dan Mandiri di Tengah Masyarakat , Selasa (17/6), di Jakarta, menyatakan, dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) Depkes diharapkan usia harapan hidup meningkat dari 66,2 tahun pada tahun 2004 menjadi 70,6 tahun pada tahun 2009 nanti.

Namun, peningkatan jumlah penduduk lansia diperkirakan akan diikuti dengan meningkatnya permasalahan kesehatan seperti masalah kesehatan indera pendengaran dan penglihatan dan kesehatan jiwa. Oleh karena itu, para lansia, keluarga, organisasi sosial, masyarakat dan dunia usia diharapkan dapat termotivasi dan tergerak untuk meningkatkan kesejahteraan lansia dengan mengembangkan jiwa dan semangat kesetiakawanan sosial.

Pada lansia, lanjut Budihardja, terjadi kemunduran sel-sel lantaran proses penuaan yang dapat berakibat pada kelemahan organ, kemunduran fisik, timbulnya berbagai macam penyakit terutama penyakit degeneratif. Hal ini akan menimbulkan masalah kesehatan, sosial dan membebani perekonomian baik pada lanjut usia maupun pemerintah karena masing-masing penyakit itu perlu dana untuk terapi dan rehabilitasi.

Untuk itu, rencana hidup seharusnya sudah dirancang jauh sebelum memasuki masa lanjut usia, paling tidak individu sudah punya bayangan aktivitas apa yang akan dilakukan kelak sesuai dengan kemampuan dan minatnya. Diharapkan, para lansia melakukan pola hidup sehat yakni dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, beraktivitas fisik atau olahraga secara teratur dan tidak merokok.

Sejauh ini, pemerintah, dalam hal ini Depkes, telah merumuskan berbagai kebijakan, program dan kegiatan yang dapat menunjang derajat kesehatan serta mutu kehidupan lansia. Program pokok kesehatan menanamkan pola hidup sehat dengan memprioritaskan upaya pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan, tanpa mengabaikan upaya pengobatan atau kuratif dan rehabilitatif. "Pelayanan bagi lansia miskin diupayakan untuk dapat diberikan gratis," kata Budihardja.

Melalui program kesehatan lansia, derajat kesehatan lansia dapat ditingkatkan agar tetap sehat, mandiri dan berdaya guna sehingga tidak jadi beban bagi dirinya sendiri, keluarga maupun masyarakat. Kita mengenal konsep successful aging yaitu keadaan lansia yang tercegah dari berbagai penyakit serta tetap berperan aktif dalam kehidupan dan memelihara fungsi fisik serta kognitif tinggi, ujarnya.

Hal ini berarti, para lansia masih dapat bekerja secara aktif terutama pada sektor informal, berbagi pengalaman dalam kebijaksanaan pendalaman spiritual dan kehidupan, serta mengoptimalkan kesempatan dalam keikutsertaan program kesehatan dan kes ejahteraan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup usia lanjut.

Dengan makin berkembangnya pengetahuan yang mempelajari tentang lansia (ilmu geriatri) melalui upaya preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif, dengan sendirinya telah diupayakan agar para lansia dapat menikmati masa tua yang bahagia dan berguna. Dengan demikian, aspek-aspek yang dapat dikembangkan adalah upaya pencegahan agar proses menua dapat diperlambat, sebaliknya yang merasa sudah tua perlu dipulihkan agar tetap mampu mengerjaka n kehidupan sehari-hari secara mandiri.

Dari hasil studi tentang kondisi sosial ekonomi dan kesehatan lansia yang dilaksanakan Komisi Nasional Lansia di 10 provinsi tahun 2006, diketahui bahwa penyakit terbanyak yang diderita lansia adalah penyakit sendi, hipertensi, anemia dan katarak. Penyakit-penyakit itu merupakan penyebab utama disabilitas atau ketidakmampuan pada lansia.

Terus Gunakan Otak

CARA untuk memelihara kebugaran pada usia lanjut adalah memelihara sikap positif dan menjalani gaya hidup sehat.

Ny Herawati Diah yang masih tetap aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, walaupun usianya mencapai 91 tahun pada April lalu, mengatakan, kunci untuk menjalani kehidupan lanjut usia (lansia) adalah terus menggunakan otak untuk berpikir. ”Apa yang tidak kita pakai akan hilang,” kata Ny Diah.

Hidup harus optimistis meski negara sedang kacau-balau atau cucu tidak naik kelas, atau sedang kena musibah. Karena hidup itu pendek, menikmati dan selalu bersyukur amat penting. ”Jangan selalu melihat ’ke atas’, tetapi lebih baik lihat ke ’bawah’, di situ kita merasakan keadaan kita jauh lebih baik dari orang lain,” kata Ny Diah. ”Peganglah moto ’don’t stop thinking, don’t stop doing, dan don’t stop loving.”

Ubah karbohidrat

Dalam kehidupan sehari-hari, memerhatikan apa yang dikonsumsi juga membantu memelihara dan mencegah penuaan. Dr Phaidon Toruan, MM, dalam diskusi mengenai lansia yang diadakan majalah Family’s Doctor memberi sejumlah saran.

1. Menukar jenis karbohidrat dari jenis sederhana seperti yang terdapat pada nasi putih, roti putih, gula pasir, mi instan, dan kue-kuean, ke karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, gula diet, pasta, dan kacang-kacangan.

2. Konsumsi lemak sehat guna kesehatan pembuluh darah. Lemak dibutuhkan tubuh untuk membentuk dinding sel yang sehat, membangun sistem kekebalan tubuh yang sehat, dan bahan baku testosteron.

Lemak sehat terdapat, antara lain, pada avokad, minyak zaitun, minyak kanola, dan minyak kedelai. Minyak yang harus dihindari adalah semua minyak gorengan.

3. Konsumsi antioksidan untuk melawan radikal bebas. Antioksidan terdapat dalam buah-buahan dan sayuran.

4. Minum cukup air. Air sangat penting untuk tubuh karena air menyusun 75% otot, 82% darah, 90% paru-paru, dan 25% tulang. Air juga memelihara kualitas jaringan, kinerja dan ketahanan terhadap cedera.

Akan lebih optimal bagi lansia untuk meminum air tanpa mineral karena mineral anorganik pada air menyebabkan tubuh bekerja lebih keras hanya untuk membuang mineral yang tidak dibutuhkan tubuh. Sebagai pengganti sumber mineral, lansia dapat mengonsumsi sayuran dan buah.

Mempersiapkan Kebugaran Sebelum Menua

”Sering lupa mendera kita/ Sehingga mulai pikun sewaktu kita berbicara.../ tetapi semua ini, adalah gejala lanjut usia/ Jangan mengeluh, jangan putus asa//”

ITULAH petikan puisi yang dibaca Ny Herawati Diah yang berusia 91 tahun pada tanggal 5 April lalu. ”Itu sajak yang dikarang kawan saya yang menggambarkan bagaimana sesungguhnya seorang yang menginjak usia tua menjalani hidupnya,” kata Ny Diah.Wartawati itu membagi pengalaman bagaimana tetap bugar, gesit pergi ke berbagai tempat, tidak banyak jenis makanan yang dipantang, dan tetap melakukan aktivitas intelektual. Pengalaman itu disampaikan Ny Diah dalam diskusi tentang hidup berkualitas bagi lanjut usia (lansia) yang diadakan majalah Family’s Doctor di Jakarta, Kamis (12/6).”Selalu optimistis meskipun sedang mengalami susah. Hidup itu pendek, karena nikmati dan selalu bersyukur,” tambah Ny Diah.Hidup dengan pikiran positif, penuh optimisme memang merupakan kunci hidup sehat dan berkualitas. Tetapi, sikap itu perlu dibarengi dengan pemeliharaan kesehatan sejak dini. Adagium memelihara kesehatan lebih daripada mengobati berlaku di sini. Apalagi, biasanya gangguan kesehatan yang mengenai lansia bersifat degeneratif yang dapat menghabiskan biaya banyak dan menghabiskan waktu untuk menyembuhkan.AntipenuaanAngka statistik Indonesia memperlihatkan usia harapan hidup yang meningkat. Artinya, orang Indonesia semakin berusia panjang.Tentu saja ukuran kesejahteraan tidak melulu berusia panjang. Yang diharapkan tentu saja para lansia dapat melalui hari-hari tuanya dengan berkualitas. Tetap aktif dan tetap berguna untuk dirinya dan lingkungannya sehingga ada harga tinggi dan rasa sejahtera melalui hari-hari tua.Beruntung ilmu pengetahuan terus berkembang sehingga pengetahuan mengenai usia lanjut juga berkembang, terutama ketika masalah kesehatan, sosial, ekonomi, dan politik juga berubah cepat.Dalam diskusi, dr Phaidon L Toruan MM dari Jakarta Anti-Aging Center menjelaskan, terjadi perubahan dalam memandang kesehatan lansia.Dalam pengobatan konvensional, pendekatan yang dipakai adalah memperpanjang umur lansia yang dalam keadaan mengalami gangguan kesehatan (morbiditas), sedangkan pendekatan terbaru adalah menghambat penuaan (anti-aging).Tujuan pendekatan anti-aging adalah memperpanjang vitalitas lansia dan menekan morbiditas. Vitalitas diusahakan berada mendekati optimum karena vitalitas optimum sampai saat ini masih menjadi milik mereka yang berusia di atas 40 tahun. Berdasarkan statistik, rata-rata vitalitas akan menurun setelah memasuki usia 40 tahun.Menurut dr Toruan, penuaan secara teori, antara lain, disebabkan oleh penurunan hormon dan radikal bebas. Adapun produksi hormon berhubungan dengan fungsi tubuh, radikal bebas dapat berasal dari berbagai sumber, antara lain sinar matahari, stres, polusi, sinar X dari rontgen, radiasi telepon seluler, perjalanan dengan pesawat, pengawet makanan, bahan kimia lingkungan, pembersih rumah tangga, dan rokok.Memelihara kebugaranMemelihara kebugaran adalah salah satu cara memelihara kehidupan yang berkualitas pada usia lanjut.Salah satu cara memelihara kebugaran adalah mengurangi lemak. Lemak memang diperlukan dalam metabolisme tubuh, tetapi sudah menjadi pengetahuan umum lemak yang berlebih justru menjadi masalah. Bukan hanya dapat menimbulkan penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, hipertensi, atau diabetes melitsus, lemak yang berlebih juga memberi beban yang tak perlu untuk tubuh.Ketika usia bertambah, persendian kaki yang menopang tubuh berkurang pula kekuatan dan kelenturannya. Beban tambahan dari lemak yang berlebih dapat mengurangi kualitas persendian.Ada beberapa cara mengurangi lemak, seperti mengurangi pasokan makanan yang berlebih dan harus dihindari. Namun, cara itu saja tidak cukup.Menurut dr Phaidon, olahraga memberi pengaruh yang nyata untuk memelihara kebugaran tubuh ketika dikombinasi dengan terapi penggantian hormon.Hormon yang perlu ditingkatkan, menurut dr Toruan, adalah hormon testosteron karena hormon ini memengaruhi pembentukan massa otot. Menurut dr Toruan, penelitian oleh Prof Dr Eulis A Datau SpPD,KAI, dari Universitas Sam Ratulangi, memperlihatkan jintan hitam (Nigella sativa) dapat meningkatkan testosteron bebas, yaitu hormon anabolik alami.Olahraga yang diperlukan bukan semata-mata yang bersifat aerobik. Olahraga beban juga baik untuk memelihara otot dan mencegah pengeroposan tulang (osteoporosis) yang biasa menyertai penuaan.”Olahraga beban itu membakar gula sehingga juga baik untuk penderita diabetes melitus. Saya mendorong ibu saya untuk melakukan olahraga beban. Hasilnya, gula darah terkontrol dan massa ototnya juga terjaga,” kata dr Toruan.

Minggu, 27 September 2020

Gaya Hidup Sehat Ubah Gen Anda Makin Sehat

PERUBAHAN gaya hidup yang komprehensif termasuk diet yang lebih baik dan latihan fisik dengan takaran lebih dari biasa dapat meningkatkan tak hanya stamina dan kebugaran tubuh melainkan juga membawa perubahan besar yang dramatis pada tingkat genetik. Demikian diungkapkan para ilmuwan dari Amerika Serikat, Senin (16/6).

Dalam sebuah penelitian kecil, para ilmuwan ini meneliti sekitar 30 pria yang menderita kanker prostat dan memutuskan untuk tidak menjalankan pengobatan medis konvensional seperti bedah, radiasi atau terapi hormon.

Para pria ini menjalani tiga bulan perubahan gaya hidup yang cukup berarti antara lain dengan menjalani pola diet kaya buah, sayur, biji-bijian, produk kedelai, polong-polongan, latihan fisik yang moderat seperti berjalan kaki selama sejam setiap hari, manajemen stres selama sejam setiap hari dengan melakukan meditasi.

Seperti yang diharapkan, mereka berhasil menurunkan berat badan, tekanan darah dan menaik tingkat kesehatannya. Namun, lebih dari itu, para ilmuwan ini menemukan perubahan yang sangat berarti saat melakukan biopsi (pengambilan contoh jaringan) prostat sebelum dan sesudah perubahan gaya hidup.

Setelah tiga bulan, perubahan gaya hidup ini membawa perubahan aktivitas pada sekitar 500 gen--termasuk 48 gen yang aktif dan 453 gen yang kurang aktif.

Aktivitas gen yang mencegah timbulnya penyakit meningkat sementara sejumlah gen-gen yang meningkatkan timbulnya penyakit termasuk di dalamnya kanker prostat dan kanker payudara, justru tidak aktif. Demikian hasil penelitian ini diungkapkan dalam Jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

Riset yang dipimpin oleh Dr. Dean Ornish, kepala Preventive Medicine Research Institute di Sausalito, California dan seorang penulis yang mempromosikan pentingnya perubahan gaya hidup bagi kesehatan.

"Ini temuan yang sangat menarik karena makin sering orang bilang, ooh semua ini ada dalam gen-gen saya, apa yang bisa saya lakukan? Jadi, ya Anda bisa melakukan banyak hal,"Ornish yang juga berafiliasi dengan Universitas California, San Fransisco mengatakan demikian di sebuah wawancara per telepon.

"Hanya dalam tiga bulan, saya dapat mengubah ratusan gen dalam tubuh saya dengan cara sederhana dengan apa yang saya makan dan bagaimana saya hidup. Benar-benar luar baisa," ujar Ornish. "Implikasi dari penelitian kami tak terbatas pada pria dengan kanker prostat."

Ornish mengatakan, para pria yang menghindari pengobatan konvensional untuk mengatasi kanker prostat untuk berbagai alasan dipisahkan dari penelitian ini. Namun, dalam membuat keputusan ini, mereka memperbolehkan para peneliti untuk melakukan biopsi sebelum dan sesudah menjalan i perubahan gaya hidup.

"Ini memberi kami kesempatan untuk mendapatkan alasan etis untuk melakukan biopsi lagi dalam waktu tiga bulan ke depan karena mereka membutuhkannya untuk melihat perubahan klinis (pada kanker prostat)," jelas Ornish.

Kaki Panjang Bikin Seksi

SETIAP orang di dunia ini diciptakan berbeda, termasuk dalam hal ukuran dan bentuk tubuh. Perbedaan ini sebenarnya tidaklah menjadi esensi tetapi sering kali kemudian memunculkan stereotipe tentang keindahan dan idealisme bentuk tubuh seseorang.

Tinggi badan dan ukuran panjang kaki, misalnya, sering menjadi patokan dalam ideal atau tidaknya postur tubuh. Banyak yang menganggap kaki panjang merupakan anugerah karena lebih enak dipandang dan membuat penampilan lebih seksi. Demikian pula halnya dengan orang bertubuh tinggi yang secara umum dinilai lebih menarik.

Tetapi apakah anggapan itu benar-benar berlaku dan memengaruhi penilaian seseorang? Boguslaw Pawlowski dan Piotr Sorokowski dari Universias Wroclaw di Polandia melakukan riset untuk mengetahui apakah panjang kaki memengaruhi persepsi terhadap orang lain.

Pawlowski melibatkan 218 pria dan wanita yang diminta membuat rata-rata daya tarik tujuh laki-laki dan tujuh perempuan dalam gambar. Semua sosok dalam gambar memiliki tinggi yang sama, namun panjang kakinya bervariasi dengan selisih lebih sekitar 5, 10 dan 15 persen dari kebanyakan orang Polandia. Pawlowski dan timnya juga mengukur proporsi tubuh para partisipan.

Tanpa memedulikan penampilan dirinya, para partisipan ternyata lebih menyukai sosok yang kakinya 5 persen lebih panjang dari rata-rata normal (bertanda merah dalam gambar). Sosok berikut yang disukai adalah pria atau wanita dengan ukuran panjang kaki normal, dan yang kakinya 10 persen lebih panjang (bertanda biru).

"Kaki yang panjang memang menandakan kesehatan," ungkap Pawlowski yang memublikasikan risetnya dalam jurnal Evolution and Human Behaviour.

Ia juga menekankan bahwa kaki yang pendek berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, pembuluh darah, dan diabetes tipe II baik pada pria maupun wanita. Kaki pendek juga ada kaitannya dengan kadar tinggi trigliserida, yang memicu timbulnya aterosklerosis, penyakit jantung, dan stroke, dan resistensi insulin pada pria

Meskipun studi ini hanya terbatas pada orang Polandia, Pawlowski menduga setiap budaya akan cederung lebih menyukai sosok dengan kaki yang sedikit lebih panjang dibanding rata-rata normal pada komunitasnya.

10 Alasan Wanita tak Bergairah

TERAPIS seks dan pengarang buku Sex Matters®, Louanne Cole Weston, PhD, memaparkan 10 alasan atau penyebab yang paling sering dialami wanita, istri atau kekasih Anda ketika mereka menjadi tidak bergairah atau menolak berhubungan seks :

1. Penggunaan alat kontrasepsi. Beberapa wanita akan mengalami penurunan dorongan atau hasrat seksual akibat konsumi pil (atau jenis pengobatan hormonal lainnya untuk mengendalikan kehamilan seperti patch, ring, atau suntikan).

2. Konsumsi obat antidepresan. Tidak setiap wanita akan menurun gairahnya, tetapi sebagian besar justru mengalaminya.

3. Menyusui anak. Bila istri sedang masa menyusui, kandungan prolaktin (hormon yang memicu produksi ASI) bisa mengurangi dorongan seksual.

4. Kurang tidur. Bagi sebagian besar wanita, tidur ternyata lebih utama daripada seks ketika sebelum menjalin hubungan dengan pria.

5. Stres. Beragam tekanan akibat pekerjaan, masalah keuangan , pendidikan, stres, keluarga, dan problem lain dalam kehidupan jelas berpengaruh. Ketika stres meningkat, kebanyakan wanita justru tidak memilih seks sebagai solusi untuk meredakannya.

6. Pertengkaran dengan pasangan. Setiap hubungan atau relasi tentu saja akan berhadapan dengan tantangan baik berupa konflik atau pun keinginan. Hal ini akan mempengaruhi hasrat bercinta seorang wanita.

7. Rendahnya kadar hormon testosteron. Hormon testosteron juga terdapat pada tubuh wanita dan kadarnya secara total dalam aliran darah ikut menentukan fungsi seksual para wanita. Mengukur kadar testosteron dalam tubuh juga penting untuk untuk mengungkap kemungkinan fisiologis penyebab rendahnya dorongan seks wanita.

8. Tinggnya hormon SHBG. Wanita yang memiilki SHBG (sex hormone binding globulin) dalam jumlah tinggi biasanya tidak bergairah untuk melakukan hubungan intim. SHBG merupakan protein yang membalut testosteron dan membuatnya menjadi tidak tersedia bagi kebutuhan–kebutuhan tubuh wanita. Inilah yang akan menurunkan libido wanita.

9. Kekhawatiran/kecemasan dalam keintiman. Ketidakmampuan untuk mengendalikan tingkat keintiman yang muncul dan dipelihara dalam sebuah hubungan adalah alasan yang sering timbul dari menurunnya dorongan seksual pasangan. Kecemasan biasanya timbul karena wanita pernah mendapat pengalaman buruh di masa lampau.

10. Penampilan/ bentuk tubuh. Wanita yang melihat atau menganggap diri tidak menarik baik bagi pasangan ataupun dirinya sendiri bisa kehilangan confidence yang berujung pada menurunnya gairah.

Sabtu, 26 September 2020

Kepribadian Histrionik, Apa Itu?

Orang dengan kepribadian histrionik perilakunya ditandai sikap selalu berupaya menarik perhatian lingkungan sebanyak-banyaknya demi kepuasan dan kenyamanan diri dengan berbagai cara. Cara yang dirasa efektif adalah mengeluhkan gangguan kesehatan.

Umumnya pribadi histrionik adalah orang yang cerdas dan verbalisasinya canggih sehingga mudah memanipulasi lingkungan. Lingkungan akan yakin pada penyakit yang dia derita dan akan memberi pelayanan, perhatian, dan kasih yang dia inginkan.

Mengapa dia menggunakan penyakit? Karena lingkungan budaya kita memungkinkan orang berlindung di balik penyakit demi kasih sayang, perhatian, dan pelayanan. Orang sakit mendapat tempat paling istimewa, dia bisa melepas tanggung jawab tanpa malu, dia juga bisa mendapat buah-buahan, makanan berlimpah, dan lepas sejenak dari tuntutan hukum, seperti banyak kejadian sakit mendadak pada tahanan kelas kakap di negeri tercinta ini.

Kasus

Saya sering tiba-tiba diserang rasa lemah, tidak berdaya, keluar keringat dingin, jantung berdebar keras, yang biasanya diikuti napas tersengal.

Serangan itu akan diikuti rasa cemas, bahkan saya terkadang takut mati, Bu. Bila sudah dipijit, digosok minyak angin, baru enak dan setelah berbaring beberapa jam pelan-pelan pulih kembali.

Serangan seperti ini bermula suatu hari beberapa bulan lalu saat saya terserang diare. Saya mengunjungi beberapa dokter, tetapi dokter tidak menemukan penyebabnya. Pemeriksaan laboratorium klinis, tekanan darah, sampai MRI saya lalui, semua hasilnya baik, tetapi penyakit saya tidak kunjung sembuh.

Akhirnya, saya dirujuk ke psikiater dan diberi beberapa obat penenang. Memang obat itu membuat tidur lebih nyenyak dan ketika bangun merasa sehat sebentar, tetapi tanpa diduga saya masih sering terserang penyakit itu.

Saat ini saya tidak lagi bekerja karena perusahaan yang saya dirikan sudah dipegang anak saya. Saya berkonsultasi kepada Ibu karena ingin tahu apa yang terjadi dalam diri saya. Demikian Ny K (53) dengan nada lantang dan jelas, serta kondisi fisik tampak kokoh, bugar, bahkan dapat dikatakan gemuk.

Tn K (54) menambahkan: Istri saya sebenarnya pribadi yang kokoh, pekerja keras, dan punya antisipasi masa depan yang sangat bagus. Dia merintis beberapa usaha demi masa depan anak-anak kami dan semua diawali dengan kerja keras, mandiri dan ambisi tinggi. Dia berhasil walaupun sering membuat anak-anaknya yang harus menjalankan usahanya terseret-seret ritme kerja ibunya. Saya akui beberapa tahun lalu saya agak tergelincir dan pernah sekadar ”main mata” dengan seorang gadis. Alhamdulillah belum sampai mendalam, istri saya tahu. Memang terjadi keributan, tetapi saya berjanji tidak akan melakukan lagi. Karena hanya keledai yang akan mengulang kesalahan, ya Bu. Saya duga peristiwa inilah yang mengawali keluhan penyakit beruntun yang istri saya sampaikan. Padahal, hasil pemeriksaan fisiknya begitu prima.

Dinamika pikologis

Ny K adalah orang yang cerdas dan memiliki ambisi prestasi tinggi, tetapi kecenderungan memaksakan kehendaknya sangat ekstrem. Artinya, bila Ny K memiliki keinginan, ia akan berupaya semaksimal mungkin agar tercapai, apa pun caranya.

Selain itu, kebutuhan akan perhatian dan sikap posesif terhadap apa pun yang dia miliki, seperti terhadap suami, juga sangat tinggi. Contohnya, setelah peristiwa ”main mata”, bila suami mendapat tugas ke luar kota, maka dengan upaya keras dia selalu berhasil mendapat tiket untuk akhirnya dapat mendampingi suami bertugas di luar kota.

Hal lain yang kemudian tercermati suami, bila karena waktu mendesak dan gagal memperoleh tiket, Ny K akan serta-merta terserang penyakit itu sehingga terkesan sangat menderita dan tidak berdaya, memohon agar suami tidak jadi berangkat ke luar kota karena Ny K takut mati saat suami tak di rumah. Dengan alasan serangan penyakit istri tersebut, Tn K meminta izin kepada atasan tidak jadi ke luar kota.

Analisis

Ny K berkepribadian histrionik. Aspek psikis dan fisik individu terkait erat dan saling mengisi satu sama lain. Artinya, bila sesuatu terjadi pada aspek psikis, maka aspek fisik pun terpengaruh dan sebaliknya. Kekhawatiran ditinggal suami merupakan stimulasi yang sangat berpengaruh terhadap kerja fungsi psikofisiologis sehingga kelenjar keringat aktif dan terjadi mobilisasi kerja saraf jantung. Serentak Ny K terserang keluhan di atas, yaitu berkeringat dingin, debaran jantung meningkat, napas tersengal, dan tidak berdaya.

Gangguan fungsi psikofisiologis tersebut merupakan efek gangguan fungsi psikis oleh keinginan kuat selalu bisa menyertai suami ke mana pun pergi dan keinginan kuat menghambat kepergian suami dengan memunculkan gejala fisik tersebut.

Ny K memiliki kepribadian histrionik dengan kecenderungan memanipulasi lingkungan agar memperoleh pemuasan kebutuhan akan perhatian berlebih dari lingkungan. Dengan kecerdasan tinggi, Ny K berhasil menampilkan perilaku teatrikal (permainan sandiwara). Sakit tanpa dasar gangguan organik jelas itu bisa saja tidak disadari Ny K, tetapi sangat menguntungkan karena bisa memaksa suami membatalkan perjalanan dinas dan mendampingi dia. Apalagi dengan alasan tambahan buatan, yaitu takut mati.

Konseling

* Menyadarkan dinamika psikologis yang menjadi penyebab dasar penyakit Ny K.

* Memfasilitasi pemanfaatan potensi positif Ny K, seperti kecerdasannya dan kegigihan dalam meraih prestasi kerja.

* Meningkatkan keyakinan diri dan kepercayaan akan kesetiaan suami.

* Menyadarkan bahwa lari pada penyakit bukanlah solusi pemecahan masalah yang matang dan mantap, apalagi bila seringnya suami menghindar dari dinas ke luar kota akan berpengaruh terhadap karier suami.

Vit. K Tak Cocok dengan Heparin

PERNAH Anda sadari ketika mengiris bawang putih tiba-tiba jari teriris dan handuk langsung Anda bebatkan ke jari, perdarahan pun berhenti? Apa sebenarnya yang menyebabkan darah berhenti?

Vitamin K lah yang berperan dalam hal ini. Dari makanan yang kita konsumsi seperti sayuran hijau, brokoli, selada, kobis, kuning telur, hati, daun-daunan vitamin K tersimpan dalam tubuh untuk membuat darah menjadi menggumpal saat terjadi perdarahan.

Meski begitu vitamin K juga berperan dalam pembentukan tulang. Dia mempertahankan jumlah kalsium dalam tubuh. Sekurangnya 65 mcg setiap hari kita butuhkan untuk keperluan ini. Namun untuk memperkuatnya,lebih dari 100 mcg setiap hari kita butuhkan.

Warfarin (Coumadin) dan Heparin, obat yang disebut sebagai anti pembekuan darah tidak boleh dikonsumsi dalam waktu bersamaan dengan vitamin K. Obat-obatan ini bekerja dengan memblokade fungsi vitamin K, yang pada akhirnya memperlemah tulang.

Karena itu, bila dokter meresepkan obat ini kepada Anda, diskusikan mengenai risiko osteoporosis (pengeroposan tulang) yang mungkin terjadi.

Yang Harus Dilakukan Pria di Awal Hubungan

Pelajari taktik terbaik untuk membuat si Dia jatuh ke pelukan Anda.

Si Dia tampak seksi dan menggairahkan; sementara Anda tampak bernafsu dan putus asa. Ini menjelaskan mengapa Anda berusaha keras ingin menarik perhatian si Dia dan membuatnya jatuh hati kepada Anda. Pastikan ‘perjuangan’ Anda berjalan mulus dan tidak mendapatkan tanggapan yang ‘pedas’.

Kami mengumpulkan sekelompok wanita untuk memberikan nasihat tentang hal apa saja yang bisa membuatnya luluh dengan godaan seorang pria –tanpa membuatnya melayangkan telapak tangannya ke pipi Anda.

1. Lupakan karangan bunga

“Setelah kencan pertama, pria tersebut mengirimkan saya karangan bunga yang besar di depan rumah saya,” kata Lisa, 24 tahun, ”Tetangga saya mengira ada yang sedang berduka di rumah.”

Memberikan karangan bunga setelah kencan pertama seperti pria yang putus asa, ini bukan sesuatu yang romantis. Lebih baik, catatlah bunga favoritnya dan bawakan si Dia setangkai bunga tersebut pada kencang kedua, saran Neil Warren, Ph.D., pendiri eHarmony.com. Dia akan menghargai Anda sebagai pendengar yang baik.

2. Jangan langsung menjadikannya pacar

“Andri mengajak saya bertemu semua teman-temannya tanpa memberi tahu saya sebelumnya dan memperkenalkan saya sebagai pacarnya saat itu,” kata Wina, 25 tahun, “Saya merasa malu sekali.”

Tidak seperti pria, wanita tidak langsung menjadikan pria yang baru dekat dengannya menjadi pacarnya. Menurut Ron Louis, penulis How to Succeed with Women, ”Ini sama seperti Anda telah merenggut kebebasannya secara instan.” Jangan terburu-buru membuat ikatan dengan melompat terlalu dini pada awal hubungan.

3. Luangkan waktu, bukan uang, saat ulangtahun si Dia

“Seorang pria memberikan saya kotak musik yang sangat mahal dengan lagu dari soundtrack film Ghost,” kata Myra, 29 tahun, ”Saya bahkan tidak suka dengan filmnya. Untuk memperbaiki kesalahannya, ia secara tiba-tiba mengirimkan saya uang dalam jumlah besar.”

Anda harus tahu kalau wanita tidak memikirkan harga untuk hadiah. ”Hadiah adalah cara untuk menunjukkan perhatian Anda, bukan untuk pamer atau karena ada maunya,” kata Peter Post, penulis Essential Manners for Couples. Belikan si Dia sesuatu yang berhubungan dengan aktivitas yang ia suka. Seperti buku yoga, tiket konser, atau CD grup band favoritnya.

4. Jangan umbar keahlian Anda di tempat tidtur

“Saat kencan keempat kami, Roy menawarkan diri memberikan oral seks pada saya,” kata Nina, 31 tahun, ”Bukannya membuat saya berpikir kalau ia sangat ’dermawan’ di tempat tidur, tapi Dia justru terdengar seperti seorang maniak seks dan ingin menunjukkannya.”

Warren menjelaskan: ”Jika Anda membahas masalah hubungan seksual pada awal-awal hubungan, hal ini akan membuat wanita merasa tertekan dan justru kehilangan gairahnya.

5. Cium dengan penuh percaya diri

Meminta izin untuk menciumnya membuat Anda tampak seperti pria putus asa. Cara terbaik adalah: Lakukan saja!

Jumat, 25 September 2020

Kurang Serotonin, Anda Mudah Naik Pitam

BILA akhir-akhir ini Anda cepat terpancing emosi atau gampang naik pitam, bisa jadi Anda kekurangan hormon serotonin dalam otak. Serotonin, yang juga dikenal sebagai hormon yang mengendalikan mood, menurut temuan para ahli di Inggris ternyata juga memainkan peran penting dalam mengatur emosi seperti amarah atau agresivitas.

Seperti dipaparkan Molly Crockett, psikolog dari Universitas Cambridge dalam Journal Science, serotonin yang juga dikenal sebagai neurotransmitter (penghantar signal saraf) dan menjadi target obat-obatan antidepresan, diyakini dapat membuat respon seseorang menjadi agresif bila kadarnya dalam otak terbatas atau berkurang.

Peran penting serotonin dalam mengendalikan impulse memang masih kontroversial, namun Crockett dan timnya mengklaim bahw riset mereka merupakan yang pertama membuktikan adanya hubugan kausalitas yang sebenarnya.

"Oleh sebab kami dapat memanipulasi secara langsung kadar serotonin serta mengobservssi dampaknya terhadap perilaku, kami dapat menyimpulkan adanya hubungan sebab akibat antara serotonin dan respon agresif," ungkap Crockett.

Riset yang digagas Crocket. juga telah membantu mengungkap misteri mengapa seseorang menjadi sangat murka atau agersif ketika lapar. Dalam kondisi perut kosong, terang peneliti, produksi asam amino esensial menurun. Padahal, asam amino yang berasal dari makanan inilah yang diperlukan tubuh untuk menghasilkan serotonin.

Selama riset, Crockett beserta timnya menggunakan pengetahuan mereka untuk memanipulasi kadar serotonin pada 20 orang sehat yang menjadi obyek penelitian. Partisipan diminta untuk melakukan permainan situasi guna menguji respon mereka terhadap adil atau tidaknya dalam penawaran uang.

Dari pantauan terlihat bahwa partisipan yang memiliki kadar serotonin rendah cenderung ingin menyisihkan atau mengalahkan yang lain, bahkan saat tersudut sekalipun. Hal itu ditunjukkan sebagai cara untuk menghukum seseorang yang membuat penawaran.

"Itu adalah respon yang dikendalikan amarah," ungkap Crockett.

Hasil temuan ini menurut Crockett setidaknya dapat membantu para dokter dalam mengobati pasien penderita depresi dan gangguan kecemasan. Para dokter dapat mengajarkan pasien bagaimana mengatur emosi saat membuat keputusan, khususnya dalam situasi sosial.

Mimpi yang Berulang, Pertanda Apa?

MIMPI sering menemani tidur kita, datang tanpa diundang dan sering pergi tanpa berbekas. Di antara Anda ada yang pernah bermimpi sama berulang kali. Apakah ini normal, atau menandakan sesuatu yang berbahaya? Mengapa mimpi ini kembali lagi dan lagi?Inilah penjelasan psikolog Leila Ch Budiman dalam rubrik Konsultasi Psikologi untuk menjawab pertanyaan Ted, Fi dan Pop.

Diajak kawin - Bapak Ted di Bali(Juga buat Pop yang memimpikan ibunya sebagai monster yang menyeramkan bermata satu dan mengejar-ngejar dirinya setelah ibunya mencaci maki calon pilihannya)yang memimpikan ibunya sebagai monster yang menyeramkan bermata satu dan mengejar-ngejar dirinya setelah ibunya mencaci maki calon pilihannya)Bu Lei, tahun lalu saya (Ted, 60) bermimpi diajak kawin kakak ipar saya yang telah meninggal dunia. Dalam mimpi itu ajakannya saya tolak meskipun istri saya menyetujui. Mimpi ini berulang lagi sebulan kemudian, dengan modus yang sama sampai empat kali. Dua kali dengan kakak ipar yang sudah meninggal, sekali dengan teman wanita sekampung, lainnya dengan teman wanita yang di luar negeri. Impian yang terakhir baru-baru ini dan seluruh ajakan kawin saya tolak. Di antara keempat wanita itu hanya satu yang pernah punya hubungan khusus dengan saya. Itu pun sebatas ciuman, tidak lebih dari itu, juga terjadi sudah lebih dari 30 tahun lalu.

Setelah mimpi, badan saya lemas dan mimpi itu sangat sulit saya lupakan sampai mengganggu konsentrasi kerja saya sampai dua minggu lamanya. Saya juga mengalami perubahan dalam pergaulan dengan wanita. Saya lebih tertarik kepada mereka, terutama di kampus dan puas kalau dapat mengajaknya ngobrol atau makan kudapan bersama. Jika beberapa hari tidak saya lakukan ini, saya gelisah tidak menentu.

Sementara itu ada keinginan kuat mengajak istri saya ke masa lalu, saat kami baru menikah. Ingin sekali kembali ke masa ketika kami hidup berdua, hubungan intim. Istri saya siap dan penuh pengertian, tetapi sering dapat kendala dari lingkungan dan keluarga.

Apakah mimpi-mimpi itu tidak berbahaya? Apakah ketertarikan saya kepada teman wanita dan keinginan saya kembali ke kehidupan awal pernikahan saya dengan istri saya adalah gejala psikis yang wajar?

Dua bulan mimpi yang sama – Fi di Jabar

AssWrWb Bu Leila, saya (30) ibu rumah tangga yang bahagia dengan dua putra yang baik dan sehat. Suami mencintai saya, sangat jujur dan penuh pengertian. Suami adalah segalanya bagi saya. Saya sangat mensyukuri dan menikmati sekali keadaan ini.

Akhir-akhir ini ada hal yang sangat mengganggu pikiran saya. Dalam dua bulan terakhir ini saya terus-terusan bermimpi teman SMA. Padahal saya tidak pernah lagi berhubungan setelah memutuskan tidak berharap lagi padanya. Ini dua tahun sebelum saya mengenal dan menikah dengan suami saya.

Memang dulu saya pernah jatuh cinta pada pandangan pertama kepadanya. Dia hanya penjual tempe yang kurus, kalem, tetapi pintar. Melihatnya memakai sepeda kumbang yang butut adalah pemandangan terindah yang saya rasakan saat itu. Mati-matian saya menyembunyikan perasaan saya dan saya terbakar karena cemburu kalau dia memerhatikan cewek lain. Hanya ketika akan berpisah, dia sedikit memerhatikan saya dan tidak pernah menyatakan cinta kepada saya.

Sekarang sudah tujuh tahun saya menikah dengan suami yang selalu berusaha memanjakan saya, tanpa ujung-pangkal tiba-tiba mimpi itu datang terus. Bu, bagaimana caranya agar mimpi-mimpi itu hilang dan tidak mengganggu lagi?

Bapak Ted, Fi, dan Pop yang lagi gandrung bermimpi,Benar, mimpi sering menemani tidur kita. Dia datang tanpa diundang dan seringkali pergi tanpa berbekas, hanya beberapa saja yang kita ingat. Mimpi senantiasa menemani tidur orang, sejak dia bayi sampai matinya. Ini gejala wajar, sewajar napas kita. Jadi, tidak dapat dihilangkan Fi. Bahkan psikiater Dr Mehta mengatakan mimpi itu berguna untuk membersihkan diri dari ”disturb feelings” (perasaan mengganggu) yang tidak mau kita akui.Sigmund Freud sejak lama melihat pentingnya mimpi untuk mengerti masalah seseorang sebab mimpi adalah ”The royal road to the unconscious” (jalan ”tol” ke alam bawah sadar ) dalam bukunya yang terkenal The Interpretations of Dreams. Dari mimpi-mimpi inilah dapat dianalisis berbagai keinginan, ketakutan, perasaan yang tersembunyi.Ada pula ahli yang mengatakan isi mimpi tidak begitu penting sebab itu hanyalah gejala fisiologis otak dalam usaha mengistirahatkan berbagai gugus neuronnya saja. Itu pula sebabnya isi impian seringkali tidak jelas, cukup kacau, dan tidak masuk akal.Jika ada kerusakan dalam otak yang menyebabkan orang itu tidak bisa melihat atau tidak dapat mendengar, impiannya mengenai penglihatan dan pendengaran juga terganggu, bahkan dapat pula hilang (G William Domhoff, The scientific study of dreams, Washington, 2002). Jadi selama impian kita masih seru dan banyak ragamnya tandanya berbagai fungsi itu pun masih oke.Bapak Ted, yang mulai menginjak masa sepuh, tetapi berulang kali mimpi diajak kawin beberapa wanita, mungkin tanpa sadar Anda ingin mengecap kembali suasana romantis. Dari keinginan yang samar-samar diajak kawin yang telah meninggal) jadi tambah nyata (yang terakhir si dia pernah dicium). Impian itu pun menguatkan kepercayaan diri untuk mendekati perempuan. Syukurlah jika Bapak Ted lebih getol mendekati istrinya daripada pergi ke orang lain. Apakah keinginan ini wajar? Ya, wajar, asalkan dengan perempuan lain ”kudapan” bersama tidak jadi kelonan bersama!Jeng Pop yang memimpikan bundanya menjadi monster yang menyeramkan adalah refleksi perasaannya sendiri terhadap ibunya yang melabrak kekasihnya. Jika sikap ibunya lebih lembut dan rasional mungkin impian Jeng Pop tidak seram lagi alias minus sang monster.Dinda Fi, meski cinta SMA itu sudah tutup buku, ia tetap masih tercatat dalam bawah sadarmu yang sewaktu-waktu bisa tersembul keluar dalam mimpi. Betapapun gangguan mimpi, lebih ringan daripada gangguan sebenarnya? Sering kali yang tidak kita dapatkan terasa lebih menarik dari yang didapat. Jika Anda menikah dengan ”pacar” SMA itu, mungkin tiap malam Anda akan memimpikan suamimu yang sekarang!Berbahayakah mimpi? Tidak, selama posisinya tetap jadi mimpi, jangan di-upgrade dan diyakini sebagai ”ramalan jelek” dan ”nasib jelek”.

Maniak Seks, Kenali Gejalanya

EKSPRESI seksual merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan dan telah menjadi fitrah bagi manusia sebagai mahluk biologis. Tetapi, jika ekspresi atau dorongan itu begitu kuat dan sering kali seks menjadi lebih dominan ketimbang kesehatan, pekerjaan atau hubungan sehingga kehidupan Anda menjadi terganggu, mungkin saja Anda mengalami perilaku seks kompulsif (compulsive sexual behaviour/CSB).

Dalam istilah medis, perilaku seks kompulsif juga sering disebut hiperseks, nymphomania atau erotomania. Ada juga yang menyebut kecanduan seks atau maniak seks. Tetapi dua istilah terakhir ini biasanya berkaitan atau merujuk pada tingginya aktivitas seksual bersama penggunaan alkohol, narkoba atau pun perjudian.

Menurut penjelasan dalam situs Mayo Clinic, perilaku seks kompulsif secara umum dipertimbangkan sebagai suatu kelainan yang dialami seseorang dalam mengendalikan impuls atau dorongan seks. Akibat kelainan ini, seseorang tak mampu menolak godaan atau dorongan melakukan suatu tindakan yang merugikan diri sendiri atau pun orang lain. Pada kelainan seks ini, perilaku normal yang seharusnya menyenangkan dapat berubah menjadi kebiasaan yang ekstrim.

Apa pun itu istilahnya, perilaku seks kompulsif adalah masalah serius yang dapat mengganggu kehidupan seseorang dan bahkan mengancam kesehatan. Tetapi dengan pengobatan dan program-program bantuan, CSB sebenarnya dapat dikendalikan sehingga seseorang dapat membangun kehidupan seks yang lebih sehat.

Kenali gejalanya

Gejala CSB sangat bervarasi, baik dari jenis maupun tingkat keparahannya. Dorongan untuk tenggelam dalam perilaku kompulsif ini bisa bersifat kronis dan kuat, dan mungkin akan terasa dorongan ini di luar kendali. Secara umum, gejala perilaku seks kompulsif dapat dikenali dari pola-pola perilaku berikut ini:

* Memiliki banyak pasangan seks atau affair di luar perkawinan yang sah.

* Berhubungan seks dengan pasangan baru yang belum dikenal atau jasa prostitusi

* Menghindari keterlibatan emosional dalam hubungan seksual

* Menggunakan layanan komersial yang mengumbar seksualitas lewat telepon atau internet

* Masturbasi dengan frekuensi sangat sering.

* Seringkali melihat atau menggunakan materi-materi pornografi.

* Melakukan hubungan seks bersifat masokisme dan sadisme.

* Mengekspos atau memamerkan seksualitas kepada umum (eksibisionisme)

Orang yang mengalami CSB seringkali menggunakan seks sebagai pelarian dari masalah lain, seperti kesepian, depresi, kecemasan atau pun stres. Ia juga akan membiarkan dirinya terlibat perilaku seks berisiko meski sadar akan konsekuensinya seperti gangguan jantung, penyakit menular seksual atau hilangnya hubungan dengan orang yang dicintai.

Pria dan wanita yang mengalami CSB mungkin saja telah menikah atau sedang dalam hubungan serius. Mereka tampaknya hidup normal, namun sebenarnya tidak. Kenyataannya, mereka seringkali kesulitan menciptakan dan mempertahankan keintiman secara emosional. Mereka lalu mencari kepuasan melalui perilaku seks, tetapi pemenuhan kebutuhan itu cenderung tidak tercapai sehingga kehidupan mereka menjadi terasa hampa. CSB juga dapat dialami siapa saja tampa mempedulikan preferensi seksual , baik heteroseks, homoseks atau pun biseks.

Penyebab

Sejauh ini, para ahli belum dapat memastikan apa penyebab timbulnya CSB. Penelitian ilmiah mengenai kecanduan seks ini masih terbilang baru, dan para ahli masih menyelidiki kemungkinan beberapa penyebabnya antara lain :

* Abnormalitas otak. Penyakit atau kondisi medis tertentu kemungkinan dapat menimbulkan kerusakan pada bagian otak yang mempengaruhi perilaku seksual. Penyakit seperti multiple sclerosis, epilepsi dan demensia juga berkaitan dengan CSB . Selain itu, pengobatan penyakit Parkinson dengan dopamine diduga dapat memicu perilaku CSB.

* Senyawa kimia otak. Senyawa kimia pembawa pesan antarsel otak (neurotransmiter) seperti serotonin, dopamin, norepinephrine dan zat kimia alami lain dalam otak berperan penting bagi fungsi seksual dan mungkin juga berkaitan dengan CSB meski belum jelas mekanismenya.

* Androgen. Hormon seks ini secara alami terdapat pada pria dan wanita. Walaupun androgen juga memiliki peran yang sangat penting dalam memicu hasrat atau dorongan seks, belum jelas apakah hormon ini berkaitan langsung dengan CSB.

* Perubahan sirkuit otak. Beberapa ahli membuat teori bahwa CSB adalah sebuah jenis kecanduan yang seiring waktu menimbulkan perubahan para sirkuit syaraf otak. Sirkuit ini merupakan jaringan syaraf yang menjadi sarana komunikasi antara satu sel dengan sel lain dalam otak. Perubahan ini dapat menimbulkan reaksi psikologis menyenangkan saat terlibat dalam perilaku seks dan reaksi tidak menyenangkan ketika perilaku itu berhenti.

Kamis, 24 September 2020

Konflik Itu Perlu

LO, KOK ? Soalnya, konflik membuat hubungan suami-istri makin berkembang dan maju. Yang penting bagaimana mengelola konflik tersebut.

Jangan percaya bila ada pasangan yang mengaku tak pernah konflik. Karena yang namanya perkawinan, akan senantiasa diintai oleh konflik, dari konflik kecil hingga besar. Soalnya, suami-istri itu merupakan dua pribadi yang berbeda. Mereka berasal dari latar belakang yang berbeda, mempunyai keinginan dan sikap yang berbeda. Misi, tujuan, dan visi perkawinan mereka juga berbeda. "Nah, perbedaan-perbedaan ini merupakan unsur yang bisa menimbulkan konflik," ujar Ieda Poernomo Sigit Sidi.

Tak masalah apakah pasangan tersebut sudah berpacaran dalam waktu lama sekalipun, "konflik tetap saja akan muncul," lanjut Ieda. Karena begitu memasuki perkawinan, kedua pribadi yang berbeda ini akan dipertemukan. "Nah, pada waktu bertemu itulah bisa saja aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari menimbulkan konflik," tambah psikolog wanita, anak, dan keluarga ini. Maklumlah, setelah menikah orang biasanya baru tahu semuanya, termasuk segala hal yang jelek dari pasangannya. Makanya, nggak aneh lagi kalau kemudian timbul konflik.

Jenis Konflik

Perlu diketahui, segala hal bisa menjadi pemicu timbulnya konflik dalam perkawinan. Soal selera, misalnya. Suami tak suka sayur lodeh tapi malah sayur itu yang sering dimasak oleh si istri lantaran ia suka. Terang dong si suami kesal, "Sudah tahu aku enggak suka sayur lodeh, tapi kok masih kamu suguhkan juga?"

Begitu juga soal pengaturan waktu pada suami-istri, baik waktu di dalam maupun di luar rumah. Misalnya, "Saya sudah pulang, tapi kok kamu belum pulang. Berapa kali dalam seminggu kamu meninggalkan rumah di akhir pekan?" Belum lagi soal pengasuhan anak yang berbeda, "Apalagi jika masing-masing merasa dirinya benar, paling tahu, paling bisa menjanjikan kesuksesan buat anak," kata Ieda.

Demikian pula dalam hal berhubungan seks, mulai soal tempat tidurnya sampai ke cara-cara berhubungan. Bahkan, bentuk komunikasi di antara suami-istri pun bisa menimbulkan konflik. "Kita berkomunikasinya dengan cara bagaimana? Apakah mengatakan semua apa yang kita simpan atau hanya diam saja, memendam semua di dalam hati? Hal ini bisa menimbulkan konflik karena satu sama lain tidak cocok."

Bagaimana tanggapan si pasangan terhadap perbedaan-perbedaan tersebut juga bisa menimbulkan konflik. Misalnya, dia "telan" saja apa yang ada dengan pikiran, "Memang sudah nasib saya begini." Atau, malah dia cari makanan di luar, misalnya, dan makanan di rumah enggak "disenggol" sama sekali. "Nah, itu, kan, konlik lagi!" tukas Ieda.

Yang pasti, semakin luas perbedaan di antara suami-istri akan semakin memungkinkan munculnya konflik-konflik besar, sehingga usaha suami-istri untuk mempertemukan persepsi, visi dan misi dalam membina rumah tangga menjadi lebih besar lagi. Itulah mengapa Ieda kerap menganjurkan untuk mencari pasangan se-level agar tak terlalu jauh "jurang" perbedaannya, sehingga konflik yang muncul pun tak terlalu tajam.

Namun begitu, bukan berarti kita salah pilih pasangan bila kemudian konflik datang bertubi-tubi. Karena dengan siapapun kita menikah, toh, tak menjamin perkawinan kita bakal terbebas dari konflik. Iya, kan! Yang sering terjadi adalah, kita salah duga atau salah niat, begitu kata Ieda. Misalnya, "Biarin, deh, nanti kalau sudah kawin ia juga akan sadar dengan sendirinya." Padahal, tidak demikian. Karena, terangnya, "karakter seseorang sudah terbentuk hingga ia dewasa dan menikah." Selain itu, "Setiap orang mempunyai hak untuk menjadi dirinya sendiri."

Mengelola Konflik

Lantas, bagaimana, dong? "Ya, suami-istri harus berusaha mempertemukan karakter yang berbeda itu," tukas Ieda. Dalam bahasa lain, kita harus bisa mengelola konflik yang ada dengan baik. "Suami-istri harus melihat konflik sebagai suatu titik yang menunjukkan adanya perbedaan, dan oleh karena itu ada yang harus dipertemukan, disepakati, serta dipahami bersama-sama. Dengan demikian, konflik tersebut ibarat tumpukan batu bata yang ditata untuk menjadi sebuah bangunan kokoh," tuturnya.

Jadi, tandas Ieda, suami-istri, khususnya pasangan muda, tak perlu takut dengan adanya konflik yang muncul dalam rumah tangga. "Justru dengan adanya konflik akan membuat suami-istri menjadi berkembang dan maju. Mereka akan menjadi semakin matang." Karena konflik adalah fundamen untuk membentuk rumah tangga. Dengan demikian, suami-istri akan mampu bertahan terhadap goncangan lain yang lebih besar.

Nah, agar kita bisa mengelola konflik dengan baik, maka kita harus membicarakan perbedaan yang ada dengan pasangan. "Tapi sebelum membicarakannya kita harus lihat situasi dan kondisinya dulu, apakah memang bisa dibicarakan pada saat itu ataukah perlu waktu dan tempat khusus untuk membicarakannya?" Ieda mengingatkan. Soalnya, kita, kan sedang berusaha mempertemukan pendapat-pendapat yang berbeda. Sementara dalam situasi konflik kita biasanya tengah dilanda emosi. Nah, biasanya kalau orang lagi emosi, apa saja bisa keluar sehingga persoalan bisa merembet-rembet ke mana-mana. Kalau sudah begitu, bukannya menyelesaikan masalah malah mempertajam masalah. Iya, kan!

Untuk itu, saran Ieda, sebaiknya yang berkepala dingin harus membantu yang sedang panas. "Namanya pasangan, maka keseimbangan harus tetap dijaga." Misalnya, "Tadi aku telepon kamu ke kantor, kok, kamu enggak ada. Ke mana, sih?" Bila reaksinya malah meledak, tanggapilah dengan kepala dingin, "Aku cuma tanya, kok. Ya, sudah kalau kamu enggak suka menjawabnya." Nanti, setelah keduanya tenang dan mesra, bicarakan kembali masalah tersebut, "Tadi aku cuma tanya, tapi, kok, kamu marah. Jadi bagaimana sebaiknya agar kamu enggak marah?" Dengan begitu, masing-masing jadi belajar untuk saling memahami.

Tapi jangan mentang-mentang harus memperhatikan situasi dan kondisi, lantas konflik tersebut disimpan dalam waktu lama. Karena kalau terlalu lama, pasangan Anda akan heran dan lupa pada masalah tersebut, "Kok, baru sekarang dibuka?" "Cukuplah sehari atau dua hari hingga seminggu ditundanya," kata Ieda. Sambil Anda mencari waktu penyelesaian kala pasangan Anda sedang dalam situasi emosi yang enak, tak menunggu sesuatu atau mengerjakan sesuatu.

Memang, diakui Ieda, pasangan muda cenderung lebih mudah meledak. "Saya kira karena faktor emosi. Karena kalau pemahaman, sampai berapa puluh tahun pun setiap pasangan harus belajar terus dalam memahami pasangannya. Jangan lupa, manusia itu dinamis, berkembang terus, sehingga sikap pasangan Anda 5 tahun lagi belum tentu sama dengan yang sekarang." Karena itulah yang diperlukan adalah kemampuan pengendalian emosi.

Harap dipahami, lanjut Ieda, keluarga kita mungkin bisa memahami dan tak protes dengan ekspresi kemarahan kita. Entah itu dengan cara meledak-ledak atau bungkam 1000 bahasa dan mengunci diri di kamar. Tapi ketika kita memasuki perkawinan, pasangan kita belum tentu terbiasa dan mengerti bahwa kita itu kalau marah seperti itu, dan dia pun belum tentu bisa menerima. "Jadi, kita harus menyadari dulu, apakah kebiasaan kita marah tersebut merugikan diri kita dan orang lain atau tidak. Dengan adanya kesadaran tersebut, maka bisa ada perubahan. Kalau tidak, ya, jangan harap akan ada perubahan."

Bila kita tetap ngotot, misalnya, "Ya, terserah. Pokoknya beginilah cara aku marah. Sejak dulu juga aku memang begini. Siapa suruh kamu mau jadi pasanganku!", menurut Ieda, sebaiknya tak usah kawin saja. "Yang namanya perkawinan itu membutuhkan penyesuaian. Masing-masing pihak harus berusaha untuk saling menyesuaikan. Jangan cuma maunya membawa caranya sendiri," tuturnya.

Tentunya pihak yang lain harus memberi kesempatan kepada pasangannya untuk berubah. Jangan malah menuntut agar pasangannya berubah dalam sekejap, karena tak ada orang yang bisa berubah dalam satu waktu. "Jadi, bicarakanlah berdua dan buatlah kesepakatan bersama." Misalnya, "Oke, kalau aku mulai ngomong keras atau teriak-teriak, kamu ingatkan." Si pasangan pun, "Oke, jadi kalau aku kasih isyarat telunjuk di bibir berarti kamu harus mulai memelankan omongan kamu, ya. Dan kamu tidak boleh marah karenanya." Nah, hasilnya akan enak bukan?

Cari Pihak Ketiga

Bila konflik dapat diselesaikan dengan baik, lanjut Ieda, hubungan suami-istri akan bertambah dekat. "Timbul wawasan baru pada salah satu pihak bahwa pasangannya, 'Oh, begitu, toh, kamu itu.' Ia jadi lebih mengenal pasangannya sehingga membuang prasangka-prasangka yang ada." Tapi kalau tak terselesaikan, apalagi kedua-duanya ngotot dengan maunya sendiri, maka akan merusak perkawinan.

Selain itu, masing-masing pihak juga harus introspeksi diri agar konflik tak terus-menerus terjadi pada kasus yang sama. Dari sini bisa diketahui, apakah selagi konflik terjadi, kita memberikan kontribusi untuk mendekatkan atau malah merusak. Kalau kontribusinya merusak, ya, nggak heran jika konfliknya mengenai yang itu-itu lagi.

Jadi, tandas Ieda, bila ada konflik, "Anda harus lihat, mengapa konflik itu bisa terjadi? Pahami latar belakangnya, kemudian tarik ke depan, apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi konflik itu? Anda mau ngotot terus atau diselesaikan."

Bila ternyata konflik tersebut tak bisa diselesaikan berdua, saran Ieda, carilah pihak ketiga untuk mendapatkan masukan. "Lebih baik konselor perkawinan. Selain profesional, ia juga tak ada ikatan emosional apa-apa." Lagipula, dengan menghubungi konselor perkawinan, disamping dapat membantu menyelesaikan konflik, juga dapat membantu untuk mengembangkan kemampuan kita dalam me-manage konflik.

Seks Saat Menstruasi, OK Aja!

HUBUNGAN seksual bersama istri dia nikmati hampir setiap hari. Bahkan pada saat istri menstruasi pun hubungan seks tetap berlangsung. "Saya juga tidak mengenakan kondom," katanya. Adakah bahaya atau kemungkinan istrinya hamil?

"Saya seorang suami yang baru menikah sekitar enam bulan lalu. Istri saya berusia 28 tahun. Kami sering melakukan hubungan seksual, bahkan hampir setiap hari. Selama ini kami tidak mengalami masalah dalam melakukan hubungan seks. Saya bisa merasa puas, demikian juga istri. Bahkan istri mengaku dapat mencapai kepuasan beberapa kali dalam melakukan satu kali hubungan seks.

Kadang-kadang kami melakukan hubungan seks saat istri sedang mengalami menstruasi. Dan seperti biasa pada saat mencapai klimaks, cairan sperma saya keluar di dalam vaginanya. Saya juga tidak mengenakan kondom.

Yang menjadi pertanyaan saya, apakah kebiasaan tersebut berbahaya? Adakah akibatnya bila melakukan hubungan seks dalam keadaan sedang menstruasi? Selama ini, baik saya maupun istri, tidak merasakan akibat apa pun. Kami merasa seperti biasa saja.

Saya juga ingin tahu, mungkinkah akan terjadi pembuahan dan kehamilan bila melakukan hubungan seks pada waktu menstruasi? Sebenarnya kami belum berencana mempunyai anak, setidaknya dalam dua tahun ini."

Trisno, Surabaya

Pemahaman Abad 18

Saya ingin menjelaskan dan meyakinkan Anda bahwa menstruasi merupakan suatu peristiwa normal dan fisiologis. Artinya, peristiwa menstruasi terjadi dalam keadaan fungsi tubuh yang normal dan sehat. Peristiwa ini terjadi karena adanya keseimbangan beberapa hormon yang berperan pada fungsi seksual dan reproduksi.

Pada saat menstruasi, terjadi perubahan pada dinding rahim bagian dalam yang disertai dengan pecahnya pembuluh darah kecil di dalamnya. Akibatnya, terjadi perdarahan, yang kemudian mengalir keluar melalui vagina.

Karena peristiwa menstruasi adalah suatu peristiwa normal dan fisiologis, darah menstruasi adalah darah yang normal pula, sama dengan darah yang mengaliri semua organ tubuh. Jadi sesungguhnya darah menstruasi bukan darah kotor atau yang mengandung penyakit dan berbagai bahan berbahaya lainnya.

Selama ini memang beredar banyak informasi yang salah dan menyesatkan tentang darah menstruasi. Informasi yang salah itu misalnya bahwa darah menstruasi adalah darah kotor, yang bahkan dapat menimbulkan berbagai akibat buruk bagi yang tersentuh atau menyentuhnya.

Bahkan menilik catatan sejarah masa lalu, pada tahun 1878 pernah diterbitkan surat sejumlah dokter yang menyatakan bahwa sentuhan wanita yang sedang menstruasi dapat menimbulkan berbagai penyakit. Tentu saja pendapat itu salah total dan kalau kini masih ada dokter yang menganggap itu benar, dapat dipastikan dia bukanlah dokter yang normal.

Namun, sisa-sisa informasi yang salah pada abad ke-18 itu masih ada di masa kini, khususnya di kalangan masyarakat yang tak mengerti atau tidak pernah mendapat informasi yang benar mengenai peristiwa menstruasi. Terbukti masih banyak orang yang beranggapan bahwa darah menstruasi adalah kotor.

Tidak Hamil

Mengenai hubungan seksual pada saat menstruasi, tidak ada alasan dan bukti ilmiah bahwa dapat menimbulkan akibat buruk. Larangan melakukan hubungan seksual pada saat menstruasi didasarkan atas informasi yang salah itu, bahwa darah haid adalah kotor. Selain itu, juga karena alasan estetika dan nilai moral.

Alasan yang dicari-cari sebagai pembenaran untuk mendukung larangan itu, tidak pernah terbukti secara ilmiah. Saya sudah mengamati dan mengikuti hampir 200 pasang suami istri yang mengaku biasa melakukan hubungan seksual pada saat menstruasi.

Tidak ada akibat buruk yang mereka alami, baik di pihak istri maupun suami. Mereka merasa sehat, mempunyai anak, dan tidak mengalami gangguan apa pun yang dapat dikaitkan dengan menstruasi.

Mengeluarkan sperma di dalam vagina ketika melakukan hubungan seksual pada saat menstruasi, juga tidak menimbulkan akibat apa pun. Pembuahan tidak mungkin terjadi pada saat menstruasi. Justru menstruasi terjadi karena tidak ada pembuahan atau kehamilan. Artinya, Anda tidak perlu khawatir terjadi kehamilan. (Prof. Wimpie Pangkahila Sp. And)

Memilih Film Baik untuk Anak

DI ERA modern sekarang, anak-anak memiliki banyak pilihan untuk mendapatkan hiburan atau mengisi waktu luangnya. Salah satu di antaranya adalah menonton tayangan film baik di televisi atau pun bioskop.

Selain memiliki fungsi menghibur, kegiatan menonton film juga dapat dijadikan sarana atau media edukasi. Namun tak jarang pula, film dapat menimbulkan dampak negatif bagi anak-anak karena pesan dan isi yang disampaikannya tidak sesuai atau layak bagi usia anak-anak.

Menurut Dr Frieda Mangunsong, M.Ed, Associate Professor dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, film adalah salah satu media yang mampu mempengaruhi anak-anak bahkan sejak mereka bayi sekalipun. Dari film, anak-anak bisa mendapatkan berbagai hal mulai dari meniru kata-kata, mengenal warna, benda, gerakan, musikalitas, ritme dan banyak hal.

"Anak-anak menyukai film karena dalamnya terdapat banyak sekali unsur. Ada tema dan pesan, kaya akan gambar dan warna, tampilan kata-kata, gerakan visual dan adegan-adegan yang menghibur," ungkap Frieda di sela-sela jumpa pers pemutaran perdana film musikal dan petualangan anak "Liburan Seruuu" di Jakarta, Senin (30/4) kemarin.

Film, lanjut Frieda, juga dapat memberikan model-model tertentu bagi anak-anak mulai dari kekerasan, kecerdasan, kepemimpinan, keceriaan, kejenakaan. "Nah di sinilah pentingnya peruntukkan film bagi anak. Jangan sampai orang tua membiarkan anak-anaknya menonton film yang isi dan pesannya tak sesuai untuk usianya," tegas Frieda.

Yang tak kalah penting, lanjutnya, film juga dapat membantu memberikan stimulasi dan mengembangkan kecerdasan majemuk (multiple intelligence) dari individu yang ditontonnya. Kecerdasan majemuk disini adalah kecerdasan yang menyangkut banyak aspek mulai dari fungsi bahasa, gambar(imajinasi), musik, motorik (gerak), logika, sosial hingga spiritual.

Supaya film memberikan fungsi edukasi dan memberi stimulasi kecerdasan anak, Frieda menyarankan orang tua untuk mendamping, mengarahkan dan memilih film yang baik untuk anak-anak.

"Pilihkan film yang polos, sesuai dengan perkembangan usia dan tugas perkembangan anak. Hindari film yang mengandung kekerasan, mistis, percintaan, perilaku seksual yang berlebihan dan belum waktunya," paparnya.

Ia juga menyarankan orang tua untuk memilih film yang dapat membantu anak mengembangkan fungsi berpikir, menganalisa situasi dan memecahkan masalah.

"Dengan film yang baik, anak-anak akan tertantang untuk bisa menyelesaikan masalahnya sendiri, menentukan sikap, mengendalikan emosi dan ,meningkatkan berbagai keterampilan supaya mandiri, jelasnya.

Waspadai Isi Pesan Film

Frieda juga menekankan orang tua memperhatikan isi dan pesan yang disampaikan sebuah film. Karena jika pesan yang disampaikan samar atau tak jelas, bukan mustahil yang diserap anak-anak adalah pesan yang buruk dan merusak.

"Ketika pesan itu melenceng dari dunia anak seperti kekerasan, seksual, percintaan di luar usia, penipuan atau cerita tak positif atau konstruktif seperti kemenangan di pihak yang salah, ada kemungkinan anak tidak menangkap pesan dengan lengkap dan baik. Akhirnya pesan yang ditangkap justru yang buruk," tegasnya.

Untuk itu, kata Frieda peran orang tua dituntut dalam memahami pesan sebuah film, selain juga melakukan pendampingan dan penjelasan maknanya. Pastikan apakah isi film menimbulkan kekhawatiran, kecemasan atau ketidakjelasan pada anak.

"Untuk itu, kita bisa lihat perilaku anak setelah mereka menonton film, apakah menimbulkan efek ketidakbahagiaan, kecemasan, kekerasan, hal negatif atau perilaku anak yang mencoba-coba apa yang ditunjukkan film. Bila ini terjadi, kita wajib menetralisirnya dengan cara menjelaskan kepada anak mengapa itu terjadi dan berikan pemahaman bahwa dalam hidup ada yang baik dan yang buruk. Ajak mereka menonton film yang baik untuk menyeimbangkannya, dan tanamkan pada anak bahwa kita harus bertindak baik dan positif," tandas Frieda.

Hal lain yang tak kalah penting dalam aktivitas menonton film adalah batasan waktu atau durasi menonton. Frieda menegaskan, orang tua harus dapat membedakan aktivitas menonton film pada masa sekolah dan pada saat musim liburan sekolah.

Berikanlah waktu atau kebebasan yang agak longgar kepada anak untuk menonton film di musim liburan sebagai bagian rekreasi. Namun bila ada kegiatan lain selama liburan, menonton film dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif. "Buatlah perencanaan agar aktivitas anak-anak tetap seimbang sesuai pertimbangan dan kebutuhannya. Jangan sampai kegiatan utama mereka sehari-hari menjadi tersita untuk hanya menonton film," tandasnya.

Rabu, 23 September 2020

Anda Disfungsi Ereksi?

DISFUNGSI EREKSI (DE) menurut Prof. DR. Dr. Wimpie Pangkahila, Sp.And., pakar andrologi dan seksologi dari Universitas Udayana, Bali, adalah ketidakmampuan mencapai dan mempertahankan ereksi penis yang cukup untuk melakukan hubungan seksual dengan baik. Bisa saja seseorang mampu ereksi, tetapi ketika melakukan penetrasi, ereksinya hilang.

Ketidakmampuan tersebut bersifat menetap, paling tidak dalam waktu tiga bulan. Jika gangguan ereksi hanya terjadi satu atau dua kali, apalagi tidak dalam rentang waktu yang panjang, gangguan tersebut tidak termasuk disfungsi ereksi.

Di seluruh dunia, kata Dr John Dean, Sekretaris Jenderal Masyarakat Kesehatan Seksual Eropa, 16 persen laki-laki berusia 20-75 tahun mengalami gangguan ereksi. Itu berarti sekitar 152 juta laki-laki mengalami gangguan ereksi. “Diprediksi prevalensi itu meningkat menjadi 322 juta orang di tahun 2025,” ujar Dean.

Ada cara sederhana untuk memastikan apakah seseorang mengalami DE, yaitu dengan menjawab lima pertanyaan berikut ini, yang sebetulnya merupakan petikan dari 15 pertanyaan dalam International Index of Erectile Function (IIEF).

Bila Anda ingin mengetahui apakah fungsi ereksi Anda atau pasangan Anda normal atau tidak, jawablah kuesioner di bawah ini. Pilih salah satu jawaban dan tuliskan angkanya di dalam kurung.

Selama tiga bulan terakhir:

1. Seberapa sering Anda mencapai ereksi selama melakukan aktivitas seksual?

[ ] 1. Hampir tidak pernah atau tidak pernah

[ ] 2. Sesekali (kurang dari 50 persen)

[ ] 3. Kadang-kadang (sekitar 50 persen)

[ ] 4. Sering (lebih dari 50 persen)

[ ] 5. Hampir selalu atau selalu

2. Ketika Anda mengalami ereksi setelah menerima rangsangan seksual, seberapa sering penis Anda cukup keras untuk dapat masuk ke dalam vagina pasangan Anda?

[ ] 1. Hampir tidak pernah atau tidak pernah

[ ] 2. Sesekali (kurang dari 50 persen)

[ ] 3. Kadang-kadang (sekitar 50 persen)

[ ] 4. Sering (lebih dari 50 persen)

[ ] 5. Hampir selalu atau selalu

3. Ketika Anda melakukan hubungan seksual, seberapa sering penis Anda dapat masuk ke dalam vagina pasangan?

[ ] 1. Hampir tidak pernah atau tidak pernah

[ ] 2. Sesekali (kurang dari 50 persen)

[ ] 3. Kadang-kadang (sekitar 50 persen)

[ ] 4. Sering (lebih dari 50 persen)

[ ] 5. Hampir selalu atau selalu

4. Selama melakukan hubungan seksual, seberapa sering Anda dapat mempertahankan ereksi setelah penis masuk ke dalam vagina pasangan?

[ ] 1. Hampir tidak pernah atau tidak pernah

[ ] 2. Sesekali (kurang dari 50 persen)

[ ] 3. Kadang-kadang (sekitar 50 persen)

[ ] 4. Sering (lebih dari 50 persen)

[ ] 5. Hampir selalu atau selalu

5. Selama melakukan hubungan seksual, seberapa sulit Anda mempertahankan ereksi untuk menyelesaikan hubungan seksual?

[ ] 1. Sangat sulit sekali

[ ] 2. Sangat sulit

[ ] 3. Sulit

[ ] 4. Agak sulit

[ ] 5. Tidak sulit

Nilai yang didapat kemudian dijumlahkan untuk mendapatkan nilai intensitas disfungsi ereksi (Erectile Dysfunction Intensity Scala). Berdasarkan jumlah nilai, didapat klasifikasi berat ringannya disfungsi ereksi (DE) sebagai berikut:

Nilai 5-10 = DE berat

Nilai 11-15 = DE sedang

Nilai 16-20 = DE ringan

Nilai 21-25 = berarti fungsi ereksi normal.

Kalau Anda mendapatkan nilai fungsi ereksi tidak normal, tak perlu buang waktu untuk cemas atau panik. Namun, jangan pula membiarkannya begitu saja sampai berlarut-larut karena akan mendatangkan masalah yang semakin berat bagi keharmonisan hubungan suami istri.

Jangan pula kemudian berupaya dengan cara yang tidak benar, dengan mencari pertolongan kepada orang atau lembaga yang tidak ahli di bidangnya. Sebaiknya Anda segera menghubungi dokter ahli seksologi dan andrologi untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Puas Enggak Ya Pasanganku?

Kepuasaan seksual suami/istri tak perlu diungkapkan dengan nyata, pun seharusnya pasangannya sudah tahu.

"Pasanganku puas tidak ya? Habis, dia diam saja sih?" Kita mungkin sering bertanya-tanya perihal kepuasaan yang diperoleh pasangan kita setelah berintim-intim. Sebab, tak seperti di film-film Barat yang kadang kepuasan itu diungkapkan secara nyata, secara verbal, maka di masyarakat kita kepuasan ini kadang tak terungkapkan hingga tak heran bila kita pun sering bertanya-tanya seperti itu.

Menurut dr Ferryal Loetan, ASC&T, DSRM, MKes (MMR), sebenarnya sebagai suami-istri yang telah berhubungan lama seharusnya kita tahu dengan sendirinya apakah pasangan kita merasakan kepuasan atau tidak. Artinya, dari pengalaman, hal itu bisa didapat walaupun mungkin tak diungkapkan secara verbal. "Karena kepuasan sifatnya personal dan tak bisa dilihat secara fisik. Hanya bisa dirasakan oleh orang itu sendiri, orang lain tak bisa tahu. Dia yang bisa merasakan kalau yang ini kurang enak, tidak enak atau lebih enak. Kalaupun orang lain mengetahui, lebih secara perasaan tahunya."

Merasa Puas jika Pasangan PuasMenurut konsultan seks dari RS Persahabatan, Jakarta, ini sah-sah saja kalau kepuasan itu lantas diungkapkan dengan verbal maupun tidak. "Kalau di Barat memang kepuasan itu mereka ungkapkan. Caranya bisa macam-macam. Bisa dengan teriakan-teriakan, eluhan, desahan, maupun gerakan yang vulgar kala berhubungan intim."

Sebetulnya, hal ini memang suatu yang bersifat alamiah. Banyak orang yang kalau merasakan suatu kenikmatan tertentu secara tak sadar atau spontan akan mengungkapkannya dengan teriakan, eluhan, desahan, dan lainnya itu. Hanya saja, pada kita memang hal ini tak jadi budaya. "Mungkin karena rasa malu atau ketakutan-ketakutan dan kekhawatiran didengar orang hingga kepuasaan itu umumnya tak dilampiaskan atau dikeluarkan secara apa adanya, justru dipendam."

Dengan ungkapan kepuasaan secara nyata, mudah bagi kita mengetahui kepuasan pasangan kita. "Tapi, itu pun tak bisa jadi patokan karena bisa saja ungkapan itu dibuat-buat. Misal, bila perempuannya seorang yang ahli atau profesional dalam berhubungan seks, bisa saja dia buat-buat atau berpura-pura dengan berteriak dan sebagainya seakan-akan mendapat kenikmatan. Nah, pasangan biasanya tak akan tahu apakah itu betul-betul atau hanya berpura-pura." Dengan melihat pasangannya puas, itu akan menjadi suatu kepuasan tersendiri bagi pasangannya. Itu terjadi baik pada lelaki maupun wanita.

Perlu KeterbukaanFerryal mengakui ungkapan kepuasan pada setiap orang berbeda-beda. "Mungkin ada yang mengungkapkannya dengan mengebu-gebu, meledak-ledak, dan ada juga yang kalem-kalem saja." Tak ada patokan yang pasti, apakah hal ini ada kaitannya dengan kepribadian orang tersebut atau tidak. "Sebab, ada juga orang yang pendiam, tapi mengungkapkan kepuasan seksnya dengan mengebu-gebu atau berisik. Karena itulah dikatakan tak tentu dan tak bisa dijadikan patokan."

Yang jelas, sebagai pasangan hidup, kita harus mengetahui secara pasti pasangan kita seperti apa. Termasuk juga bagaimana kalau ia merasa puas atau tidak. "Selain itu, untuk menjaga keharmonisan hubungan antarpasangan, perlu keterbukaan. Pembicaraan mengenai seks yang bebas alias tak ada batasannya. Bicara yang sevulgar apa pun tak masalah. Termasuk puas-tidaknya hubungan seks mereka. Misal, 'Kayaknya kita bosan dengan variasi seks yang ini, bagaimana kalau coba yang lain.' Dengan dibicarakan, maka akhirnya terbuka bahwa pasangan kita tak puas dengan hubungan seks yang itu-itu saja, hingga akhirnya bisa ketemu variasi yang memuaskan dan bisa dinikmati bersama."

Selama ini yang terjadi, paparnya, laki-lakilah yang paling sering mengungkapkan kepuasannya. "Lebih banyak kaum perempuan yang tak pernah mengungkapkannya. Maka itu, dari penelitian terakhir lebih dari 50 persen para istri di Indonesia tak pernah mencapai orgasme selama dia menikah. Hal ini menunjukkan bahwa dia tak pernah mendapatkan kepuasannya, kan?"

Kalau saja ada keterbukaan, tentunya hal seperti ini tak bakalan terjadi. "Mungkin karena takut, malu atau karena faktor budaya, maka wanita di kita kebanyakan cuma melayani suami, memuaskan suami, sementara dia sendiri tak puas. 'Saya, sih, tak apa-apa tak puas juga, yang penting, kan, suami. Toh, saya, kan, cuma melayani dan memuaskan suami.' Ungkapan seperti ini, kan, yang banyak terdengar di negara kita? Seakan-akan istri menganggap kalau dirinya tak perlu puas juga tak apa. Akibatnya, dia sendiri tak menganggap bahwa kepuasan seksual itu berhak untuk didapatnya."

Padahal, kepuasan seks bagi pasangan berkeluarga merupakan hak untuk kedua pasangan, baik perempuan maupun laki-laki. "Kalau dalam hubungan seksual tersebut pasangan tak pernah mendapatkan kepuasan, maka dia berhak menuntut kepuasan itu." Tentunya, bukan dengan cara ribut atau bertengkar, melainkan dengan mencari jalan keluarnya. Nah, jalan keluarnya adalah keterbukaan di antara pasangan. Begitu juga jika pasangan punya kekurangan, dibicarakan dan dicarikan jalan keluar bersama. Misal, kalau ada gangguan atau penyakit, maka dibicarakan untuk bersama-sama konsultasi ke ahlinya dan mencari penyembuhan. Jadi bukannya diam-diam atau dipendam karena hal itu justru bisa menimbulkan stres atau tekanan baru terhadap pasangan, baik itu pihak laki-laki atau perempuan.

Ejakulasi Tak Berarti Puncak Kepuasan

Bagaimanapun, papar Ferryal, tujuan dari melakukan kegiatan aplikasi seksual memang untuk mendapatkan kepuasan secara seksual. Jadi, sebenarnya kepuasan seksual itu ada pada diri setiap orang. "Hanya saja, bentuk kepuasan seks itu sangatlah tidak jelas."

Sama halnya dengan laki-laki yang impoten, virgiditas pada perempuan juga gradasinya banyak, dari yang ringan sampai berat. Yang ringan, misal, timbul kekejangan-kekejangan di sekitar alat kelaminnya. Sementara yang berat, contoh, baru melihat suami masuk kamar dan buka baju saja, istrinya langsung kejang-kejang, kakinya kaku, dan dia ketakutan. "Meski hal seperti itu tak dia harapkan, tapi kekejangan itu terjadi secara tiba-tiba."

Sementara kelainan yang banyak terjadi pada perempuan, seperti masalah virgiditas, dingin, dan tak mampu membangkitkan gairah seksual, ada ketakutan terhadap seksual, dan dyspareunia (vagina merasa nyeri atau sakit setiap kali melakukan hubungan seks, meski secara fisik tak apa-apa, tapi lebih karena faktor psikis yaitu ketakutan-ketakutan seksual), menyebabkan si wanita tak mendapatkan kepuasan seks.

Penyebab Ketidakpuasan WanitaMenurut Ferryal, banyak penyebab dari ketidakpuasan perempuan, entah karena pasangannya tak mampu melakukan pemanasan maupun tak mampu untuk waktu yang cukup hingga gagal dalam memuaskan pasangannya. "Selain itu termasuk pula ada kelainan-kelainan yang terjadi pada pasangan, semisal prematur ejakulasi atau impoten."

Bukan Tipe Dingin

Kalau pasangan kita tak pernah mengungkapkan kepuasan seksnya, terang Ferryal, belum tentu dia termasuk tipe yang dingin. "Mungkin karena budayanya memang demikian atau dia termasuk tipe tertutup, hingga malu-malu karena dia tak terbiasa mengungkapkan kepuasannya atau emosinya." Namun yang jelas, orang yang mengungkapkan kepuasan dalam hubungan seksnya termasuk orang yang berani dan terbuka.

Yang jelas, papar Ferryal, puncak kepuasan, baik pada lelaki maupun perempuan, bisa diibaratkan saat di mana mereka seperti orang mati sesaat atau mati keenakan. "Karena saat itu mereka tak merasakan apa-apa. Bahkan, kalau diapa-apakan pun saat itu mereka tak bisa melakukan apa-apa. Saat itulah mereka mendapatkan puncak kepuasannya." Nah, Bu-Pak, mulai bisa mengenali kepuasan pasangan, kan?

Sebetulnya, orgasme pada perempuan yang paling bagus dan sempurna yaitu bila dapat terjadi bersama-sama. Artinya, bersama-sama secara fisik dan psikis atau emosionalnya. Secara fisik, dia merasakan suatu getaran atau kekakuan dari seluruh otot-otot tubuhnya yang secara mendadak atau tiba-tiba, disertai pula dengan relaksasi yang mendadak. Sedangkan secara psikis, dia mendapatkan kelegaan yang benar-benar lepas, tanpa suatu beban atau ia mendapat kesenangan secara emosional. Kalau kedua faktor tersebut terjadi bersamaan, dia bisa mencapai kepuasan maksimal. "Kalau salah satunya tidak tercapai, dia bisa mendapatkan kepuasan tapi lebih rendah mutu atau nikmatnya."

Orgasme, Puncak KepuasanSementara bentuk kepuasan pada perempuan adalah terjadi orgasme. "Orgasme pada perempuan tak disertai ejakulasi karena dia tak punya air mani. Hal ini perlu dipertegas karena banyak orang yang menganggap wanita pun mengeluarkan mani atau ejakulasi. Ini tak benar," terang Ferryal. Tak heran, banyak pertanyaan dari kaum perempuan, "Bentuk orgasme pada perempuan itu seperti apa sih?"

Ketidakpuasan pria juga bisa disebabkan dia impoten. Untuk impoten ini, juga banyak gradasinya, dari derajat paling ringan sampai berat. "Yang ringan mungkin dengan dirangsang pakai teknik-teknik tertentu masih bisa ereksi, tapi yang berat, dengan diapa-apakan pun tak bisa 'bangun'".

Akibatnya, pasangannya tak terpuaskan atau tidak merasakan kepuasan yang maksimal, hingga dari segi psikis si pria itu pun akan mengalami suatu tekanan yang mengakibatkan kepuasannya makin menurun rasanya. "Kalau dia dapat memuaskan pasangannya, maka dia pun akan mendapatkan kepuasan yang maksimal." Menurut Ferryal, seorang laki-laki bisa memuaskan pasangannya bila dia bisa mencapai waktu, yaitu yang normal 7-9 menit.

Tapi realisasinya, bentuk dari kepuasan pada laki-laki adalah terjadi ejakulasi atau keluar air mani saat tahap klimaks dalam berhubungan intim. Walaupun demikian, bukan berarti ejakulasi itu sendiri selalu diikuti oleh kepuasan yang maksimal. "Bisa saja seorang laki-laki ejakulasi, tapi tidak merasakan kepuasan yang maksimal. Misal, kalau ia mengalami ejakulasi prematur. Dia ejakulasi, tapi ejakulasinya tak diharapkan atau cepat keluar sehingga hasil yang didapatnya tak maksimal."

Wakasa Gold

 CNI WAKASA GOLD Wakasa Gold memiliki kandungan ekstrak CGF (Chlorella Growth Factor) hingga 40% dengan cita rasa lemon. Manfaat : Mempercep...