Sabtu, 10 Oktober 2020

Pertolongan pertama pada anak-anak

1) Luka Bakar

Lakukan : Pertolongan pertama, biasanya segera diguyur

dengan air dingin yang mengalir untuk mengurangi panas

dan mencegah kerusakan jaringan yang lebih luas.

Lepaskan pakaian anak secara perlahan dan 'kipas-kipas'

agar panasnya berkurang. Kemudian segera bawa ke rumah

sakit terdekat.

Penggunaan Salep luka bakar "BIOPLASENTON" akan

sangat membantu.

Jangan : Sebaiknya hindari pemberian kecap, mentega atau

pasta gigi pada bagian yang terluka karena bisa menjadi

tempat berkumpul kuman & infeksi.

Jangan mandikan anak dengan air karena dapat

menyebabkan hipotermi (menurunkan suhu tubuh) dan

bisa memecahkan lepuhan luka.

2) Luka Berdarah

Lakukan : Tekan luka dengan kapas yang dilapisi kasa steril,

sampai darah berhenti. Kemudian balut dengan kasa bersih

yang telah diberi obat merah.

Ikat dengan kuat, tapi tidak terlalu kencang. Kalau terlalu

dalam, bawa ke dokter, karena mungkin harus dijahit dan

diberi antibiotik agar tidak infeksi.

Jangan : Hindari penggunaan sapu tangan yang 'diragukan'

kebersihannya, karena bisa membuat luka infeksi.

Jangan menutup terlalu rapat luka tersebut, karena bisa

'membuat' kuman lebih gampang berkembang.

3) Mimisan

Lakukan : Tenangkan anak agar ia tidak merasa panik dan

segera tidurkan anak dengan posisi kepala lebih rendah

dari kaki. Ini dilakukan agar darah tidak kembali keluar

dari hidung. Pengobatan alternatif lainnya adalah

menciumkan irisan daun sirih ke hidung anak.

Jangan : Cegah anak dari memegang dan memencet hidungnya,

karena bisa mempercepat pendarahan.

4) Syok

Lakukan : Baringkan anak di permukaan datar dan angkat

kedua kaki agar letaknya lebih tinggi dari jantung.

Ini dilakukan agar darahnya kembali mengalir normal.

Lepaskan pakaian yang terlalu ketat dan mengikat.

Terus cek pernapasan, selama anda menunggu dokter

datang ke rumah.

Jangan : Jangan peluk si kecil dengan alasan memberikan

ketenangan padanya. Ini justu membuat ia tidak lega bernapas.

Jangan biarkan orang mengerumuni si kecil, karena dia

membutuhkan kadar oksigen yang lebih besar.

5) Pingsan

Lakukan : Longgarkan pakaian anak dan perhatikan 4 hal

berikut ini:

1) Jika tidak bereaksi, miringkan kepala anak dan periksa

pernapasannya

2) Jika bernapas, kepalanya tetap dimiringkan,

tetapi periksa kemungkinan cedera kepala dan leher.

3) Jika bernapas tapi mendengkur, periksa pernapasan

dengan jari perlahan, mungkin ada yang menyumbat.

4) Jika tidak bernapas, lakukan pernapasan dari mulut ke mulut.

Jangan : Jangan menunggu waktu lama untuk membawa

anak ke dokter. Selama itu, jangan beri makanan atau

minum apapun.

6) Keracunan

Lakukan : Usahakan agar anak memuntahkan zat yang

mengandung racun (kecuali zat korosif), tapi jangan paksa

tenggorokannya. Coba dengan memberikannya segelas air

garam. Kalau ia memakan zat korosif, beri anak minum

susu dingin dan segera bawa ke rumah sakit.

Jangan : Jangan beri makan apa pun jika anak mengalami

kejang atau mengeluarkan buih ketika keracunan.

7) Tercekik

Lakukan : Segera lepaskan benda yang mencekik leher anak.

Jika leher terikat, lepaskan dengan gunting, tapi tetap

sanggah tubuhnya sementara Anda melepaskan ikatan.

Jangan : Jangan menunggu terlalu lama melepaskan ikatan,

karena kecelakaan tercekik sangat cepat dapat

menghambat jalan napas.

8) Tersedak

Lakukan : Baringkan anak dalam posisi telungkup,

tepuk-tepuk punggungnya beberapa kali. Segera balikkan

tubuhnya sehingga terlentang kembali di atas pangkuan Anda.

Aturlah agar posisi kepalanya lebih rendah dari tubuhnya.

Kalau memungkinkan keluarkan benda asing tersebut,

tapi jika tidak segera bawalah anak ke rumah sakit.

Jangan : Jangan sekali-kali memasukkan tangan ke dalam

mulutnya, dengan maksud mengeluarkan benda asing tersebut.

Yang ada nantinya akan menyebabkan benda asing tersebut,

makin terdorong masuk ke dalam.

9) Tersengat Listrik

Lakukan : Putuskan aliran listrik yang mengenai tubuh si

kecil dengan bahan lator, seperti handuk kering dan pakai

alas kaki yang kering. Segera periksa jalan pernapasannya,

jika berhenti, lakukanlah pernapasan buatan dari mulut ke

mulut.

Jangan : Jangan sepelekan luka bakar yang terjadi,

sekecil apapun segera obati dengan obat luka.

Ditakutkan luka tersebut bisa berkembang menjadi infeksi

10) Gigitan Binatang

Lakukan : Hibur anak agar ia tidak panik dan tidak

menimbulkan trauma berkepanjangan. Cuci lukanya

dengan sabun untuk mengilangkan darah. Jangan lupa

oleskan krim antibiotik dan tutup dengan kasa steril.

Tapi kalau luka membengkak, segera bawa si kecil ke dokter.

Jangan : Jangan biarkan anak menggaruk-garuk luka

akibat gigitan binatang ini. Tindakan ini bisa membuat luka

pada gigitan semakin besar. Kalau anak merasa alergi pada

bekas gigitan, coba beri krim yang mengandung halamin.

11) Proses Pernapasan Buatan :

1. Baringkan anak dengan kepala ditarik perlahan ke belakang,

agar jalan napas terbuka. Longgarkan seluruh pakaian

yang mangikat

2. Buka mulut anak dengan menekan rahangnya perlahan

dengan satu tangan, jaga tangan jangan sampai menekan leher.

Kemudian pencet hidungnya

3. Tempelkan mulut anda ke mulut anak sampai seluruh

mulut menutup bibir anak

4. Hembuskan napas kuat-kuat ke dalam mulutnya,

sampai terlihat gerakan naik turun pada dada. Kalau ini terjadi,

Anda telah melakukannya dengan benar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wakasa Gold

 CNI WAKASA GOLD Wakasa Gold memiliki kandungan ekstrak CGF (Chlorella Growth Factor) hingga 40% dengan cita rasa lemon. Manfaat : Mempercep...